NIAS — Kepala Dinas BMBKCK Sumut Chandra Dalimunthe menyatakan pembangunan struktur pengaman tebing di ruas Lolowua-Dola merupakan tindak lanjut arahan gubernur. Peninjauan lapangan difokuskan untuk memastikan penanganan infrastruktur jalan provinsi sesuai kebutuhan dan kondisi wilayah. Menurut Chandra, struktur tersebut menahan pergerakan tanah di sekitar badan jalan.
Pemprov Sumut membangun tiga jenis struktur pengaman tebing di ruas jalan provinsi Lolowua-Dola. Ketiganya berfungsi menjaga kestabilan tanah sekaligus mengurangi risiko longsor, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi.
Chandra menyebut penanganan struktur perkuatan tebing dilakukan untuk menjaga stabilitas badan jalan provinsi dari ancaman longsor. Struktur tersebut juga memastikan kelancaran konektivitas transportasi masyarakat di Kabupaten Nias.
"Peninjauan ini difokuskan pada pembangunan turap, talud, dan bronjong di ruas jalan provinsi Lolowua-Dola, Kabupaten Nias, sesuai dengan arahan Bapak Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Nasution," ujar Chandra, Jumat (30/10/2026).
"Penanganan struktur perkuatan tebing ini dilakukan untuk menjaga stabilitas badan jalan provinsi dari ancaman longsor serta memastikan kelancaran konektivitas transportasi masyarakat di Kabupaten Nias," tegasnya.
Jalan yang aman dan terpelihara berperan penting menunjang aktivitas masyarakat Nias. Selain memperlancar mobilitas penduduk, infrastruktur jalan menopang distribusi hasil pertanian dan berbagai komoditas lainnya.
Akses jalan yang baik memudahkan warga menjangkau pusat pelayanan publik. Titik-titik jalan yang rawan rusak maupun longsor perlu penanganan melalui penguatan struktur sesuai kondisi lapangan.
Pembangunan turap, talud, dan bronjong di ruas Lolowua-Dola diharapkan mengurangi potensi kerusakan badan jalan akibat pergerakan tanah dan faktor cuaca. Dengan infrastruktur yang lebih kuat, gangguan perjalanan akibat kerusakan tebing dapat diminimalkan.