NIAS — Personel gabungan Kodam I/Bukit Barisan mempercepat pembangunan jembatan di Desa Balale Tobaa, Kecamatan Bawolato, Kabupaten Nias. Proyek di atas Sungai Taigee ini merupakan mandat program Karya Bakti Skala Besar TNI AD 2026. Sasarannya adalah memperkuat infrastruktur di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Hingga Minggu (10/5/2026), progres fisik jembatan sepanjang 12 meter itu mencapai 21 persen. Prajurit kini berfokus memasang dinding batu sebagai fondasi utama penopang beban. Konstruksi ini dirancang kokoh demi menghadapi arus sungai yang dinamis.
Pengerjaan Fondasi Jembatan Sungai Taigee Capai 21 Persen
TNI memilih tipe Armco karena daya tahannya teruji untuk medan sungai dengan jeram yang fluktuatif. Jembatan ini bakal menjadi urat nadi baru bagi mobilitas warga Bawolato. Selama ini, akses mereka kerap lumpuh setiap kali volume air sungai meningkat.
Kapendam I/Bukit Barisan, Kolonel Inf Sandy, S.I.P., menegaskan percepatan ini adalah komitmen TNI AD memeratakan infrastruktur di Kepulauan Nias. Ia memastikan pengerjaan tetap berjalan sesuai jadwal meski terhambat tantangan geografis yang berat. Prajurit di lapangan terus bergerak melampaui rintangan alam.
”Pembangunan ini adalah bentuk kepedulian nyata TNI AD bersama pemerintah dalam mempercepat pemerataan infrastruktur. Kami ingin memastikan tidak ada lagi wilayah yang merasa ditinggalkan. TNI akan terus hadir di tengah rakyat, bekerja bahu-membahu untuk memberikan manfaat langsung,” tegas Kolonel Inf Sandy.
Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Akses Pendidikan di Bawolato
Infrastruktur ini menjanjikan dampak ganda bagi masyarakat lokal. Selain memperlancar arus logistik, jembatan akan mempermudah akses anak sekolah menuju lembaga pendidikan. Aktivitas sosial antar-desa di Kecamatan Bawolato pun diprediksi semakin efektif.
Proyek ini menjadi bukti atensi pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden RI Prabowo Subianto terhadap daerah terpencil. Dengan akses yang mumpuni, biaya distribusi hasil bumi warga dapat ditekan. Ekonomi warga pun diharapkan segera tumbuh lebih bergairah.
Sinergi Prajurit Yonzipur dan Warga Desa Balale Tobaa
Pengerjaan jembatan melibatkan kolaborasi lintas satuan yang solid. Personel Yonif TP 903/BS, Koramil 03/Idanogawo Kodim 0213/Nias, dan Yonzipur I/DD bahu-membahu bersama penduduk desa. Mereka berbagi tugas di bawah terik matahari demi mengejar target fungsionalitas.
Keterbatasan medan memaksa prajurit dan warga mengandalkan alat manual seperti angkong serta cangkul. Mereka mendistribusikan material secara estafet di titik-titik tersulit. Semangat gotong royong ini menjadi mesin penggerak utama progres pembangunan setiap pekannya.
TNI AD menargetkan jembatan segera fungsional agar manfaatnya langsung dirasakan ribuan warga. Sinergi militer dan masyarakat di pelosok Nias ini mempertegas kemanunggalan TNI dalam membangun daerah. Harapan baru kini mulai membentang di atas Sungai Taigee.