MEDAN — Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumut, Sulaiman Harahap, menegaskan bahwa BUMD tidak bisa lagi dikelola dengan pola kerja biasa. Hal itu disampaikannya saat membuka Bimtek Coaching Clinic BUMD di Ruang Rapat I Lantai 2 Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro 30, Medan, Rabu (20/5/2026).
“Di tengah dinamika ekonomi yang terus berubah, pengelolaan BUMD tidak dapat lagi dilakukan dengan pola kerja biasa-biasa saja,” ujar Sulaiman dalam sambutannya.
Menurutnya, BUMD memiliki peran strategis sebagai instrumen pembangunan daerah. Selain mengejar keuntungan, perusahaan daerah juga harus mampu memberikan pelayanan publik yang optimal, membuka lapangan kerja, dan memperkuat sektor-sektor strategis di Sumut.
Lima Pilar Tata Kelola BUMD Modern
Narasumber bimtek, Widyasuara BPSDM Sumut Hironymus Ghodang, memaparkan bahwa tantangan terbesar BUMD saat ini datang dari persaingan ketat dan ekspektasi publik yang tinggi. Ia memperkenalkan konsep lima pilar yang harus dioptimalkan: software, hardware, netware, dataware, dan brainware.
“ASN yang profesional dan adaptif menjadi kunci utama keberhasilan transformasi BUMD,” kata Hironymus di hadapan para peserta yang hadir secara luring maupun daring.
Target: BUMD Sehat, Produktif, dan Kompetitif
Sulaiman Harahap menekankan bahwa BUMD dituntut menjadi perusahaan yang responsif terhadap transformasi digital dan perubahan regulasi. Ia mengajak seluruh pengelola untuk membangun budaya kerja yang akuntabel, inovatif, dan berbasis data.
“Dengan kolaborasi yang baik, saya yakin BUMD di Sumut akan semakin mampu menjadi motor penggerak ekonomi daerah yang kuat dan kompetitif,” ujarnya.
Direksi BUMD Ikuti Pelatihan Luring dan Daring
Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Biro Perekonomian Setdaprovsu Poppy Marulita Hutagalung, Kepala BPSDM Sumut Agustinus Panjaitan, serta jajaran direksi BUMD se-Sumut. Sebagian peserta mengikuti sesi secara daring dari masing-masing kantor perusahaan daerah.
Pemprovsu berharap bimtek ini menjadi dasar bagi BUMD untuk menyusun strategi bisnis yang lebih adaptif, sekaligus memperkuat kontribusi mereka terhadap pendapatan asli daerah (PAD) Sumut.