MEDAN — Gangguan transmisi 275 kV Muara Bungo–Sungai Rumbai yang dipicu cuaca ekstrem membuat listrik di Sumatera Utara padam sejak Jumat (22/5/2026) pukul 18.44 WIB. Hingga Sabtu siang, pemulihan masih berlangsung bertahap.
Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Sumut Dharma Saputra menyatakan tim terus bekerja menormalkan pasokan. “PLN terus berupaya melakukan penormalan kelistrikan pascagangguan transmisi 275 kV Muara Bungo–Sungai Rumbai akibat cuaca ekstrem,” ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu.
173 Penyulang Pulih, 367 Lainnya Masih Mati
Hingga pukul 07.00 WIB, PLN melaporkan 173 penyulang dari total 540 yang terdampak telah menyala kembali. Sisanya, 367 penyulang, masih dalam proses pemulihan. Belum ada kepastian kapan seluruh jaringan kembali normal.
PLN mengimbau masyarakat memantau perkembangan melalui aplikasi PLN Mobile atau kanal resmi lainnya. Informasi terbaru akan disampaikan secara berkala.
Warga Medan Bertahan di Warkop dan Kafe
Di Kota Medan, pemadaman terasa paling berat. Di Kecamatan Medan Marelan, kafe dan warung kopi dipadati warga sejak pagi. Mereka mengisi daya ponsel dan mencari koneksi internet untuk bekerja.
“Terpaksa cari warkop yang bisa cas HP dan sinyal internet. Soalnya ada urusan kerjaan. Sejak magrib kemarin sampai sekarang belum hidup,” kata Zainal, seorang warga.
Kondisi serupa terjadi di sejumlah titik. Beberapa ruas jalan macet Jumat malam karena lampu lalu lintas padam. Banyak warga keluar rumah, mencari tempat yang masih terang dan tersedia listrik.
Sebagian Daerah Mulai Menyala, Warga Khawatir Padam Lagi
Sejumlah kawasan sudah menyala sejak Sabtu dini hari, seperti Jalan Halat, Jalan Letda Sujono, dan Delitua. Namun pasokan belum stabil. Warga tetap waspada.
“Sudah tadi malam menyala. Tetapi takutnya padam lagi karena belum stabil, jadi nge-charge HP full terus untuk jaga-jaga,” kata Aldi, warga Delitua.
PLN memastikan tim teknis masih di lapangan. Cuaca ekstrem yang memicu gangguan transmisi menjadi perhatian utama. Masyarakat diminta bersabar dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.