SUMATERA UTARA — Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengungkapkan, program pendidikan ini akan memakan waktu total sembilan bulan. Bukan sekadar pelatihan biasa, kurikulumnya dibagi menjadi tiga fase yang ketat.
Tahap awal selama tiga bulan pertama akan fokus pada pembentukan karakter dan kedisiplinan. "Program yang dirancang langsung oleh Presiden tersebut dipersiapkan untuk membentuk calon-calon pemimpin perusahaan badan usaha milik negara di masa mendatang," ujar Teddy dalam keterangan resmi, Minggu (24/5).
Setelah lulus tahap pembentukan mental, peserta akan masuk ke penguatan kapasitas manajerial dan pengambilan keputusan di Danantara Corporate University. Fase ini berlangsung selama empat bulan.
Magang Langsung di Kementerian dan BUMN
Fase paling krusial adalah magang selama dua bulan di akhir program. Para peserta akan diterjunkan langsung ke kementerian, lembaga negara, serta lingkungan BUMN seperti Pertamina, PLN, BRI, dan Telkom.
Magang ini dirancang agar para calon pemimpin memiliki pengalaman langsung dalam tata kelola pemerintahan dan korporasi. Teddy menambahkan, langkah ini merupakan strategi besar pemerintah untuk menyiapkan generasi pemimpin BUMN yang mampu menjawab tantangan masa depan Indonesia.
"Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar pemerintah dalam menyiapkan generasi pemimpin BUMN yang profesional, berintegritas, dan mampu menjawab tantangan masa depan Indonesia," imbuh Teddy.
Mengapa Program Ini Mendesak?
Prabowo, dalam taklimatnya kepada para peserta di Hambalang, Jawa Barat, menekankan bahwa kedaulatan bangsa sangat ditentukan oleh kualitas pemimpin masa depan. Direksi BUMN tidak hanya dituntut mencari laba, tetapi juga mengelola aset negara dengan tata kelola yang baik (good corporate governance).
Lewat PFLP, pemerintah ingin memastikan bahwa estafet kepemimpinan di perusahaan raksasa seperti Pertamina (pengelola energi nasional), PLN (kelistrikan), BRI (penggerak UMKM), dan Telkom (infrastruktur digital) diisi oleh sumber daya manusia terbaik. Program ini menjadi jawaban atas kebutuhan regenerasi yang kerap menjadi sorotan publik.