ACEH — Delapan ekor hewan kurban yang terdiri dari lima sapi, dua kerbau, dan satu ekor domba disembelih dalam rangkaian program sosial kemanusiaan UAR dan YEIF. Ketua Tim Pelaksana Program Dzulhijjah 1447 H, Ir. Edi Wahyudi, mengungkapkan penyembelihan dilakukan secara bertahap selama tiga hari, mulai Rabu hingga Jumat pekan ini.
Lokasi Penyembelihan Tersebar di Enam Titik
Edi merinci penyembelihan berlangsung di enam titik berbeda. Dua ekor sapi disembelih di Desa Tanjung Karang, Aceh Tamiang. Satu ekor sapi lainnya di Simpang Jernih, Aceh Timur. Sementara di Kebayakan, Kecamatan Takengon, Aceh Tengah, satu ekor sapi dan satu ekor kerbau dipotong di lokasi yang sama.
“Satu ekor kerbau di Takengon disembelih Rabu kemarin dan sapinya insya Allah hari Jum’at. Satu ekor kerbau atas nama Pengurus UAR Pusat, disembelih hari ini (Kamis),” ujar Edi Wahyudi, Kamis (28/5/2026).
Di Bener Meriah, satu ekor kerbau juga telah dipotong. Untuk wilayah Sumatera Utara, penyembelihan satu ekor sapi dilakukan di Tanjung Pura, Kabupaten Langkat. Sementara di Banda Aceh, satu ekor domba turut dikurbankan.
Prioritas untuk Korban Bencana dan Warga Pelosok
Distribusi daging kurban diprioritaskan bagi masyarakat yang terkena dampak bencana alam. Edi menambahkan, kaum dhuafa dan warga di daerah pelosok yang selama ini jarang mendapatkan kiriman daging kurban menjadi sasaran utama program ini. Diperkirakan ribuan warga di seluruh lokasi pelaksanaan akan menerima bagian daging kurban.
Program ini merupakan kelanjutan dari rangkaian amal sosial yang sebelumnya dijalankan UAR dan YEIF pada bulan Ramadhan lalu. Saat itu, kedua lembaga membagikan makanan buka puasa dan sahur bagi masyarakat terdampak bencana di wilayah Aceh.
YEIF Kembali Percayakan UAR sebagai Pelaksana
Sebelumnya, dalam pertemuan di Jakarta pada 12 Mei lalu, Farid Thalib yang mewakili YEIF menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang telah berjalan. “Kami melihat Tim UAR mampu menjalankan program kemanusiaan dengan baik di lapangan. Karena itu, YEIF kembali mempercayakan pelaksanaan program qurban ini kepada Tim UAR,” kata Farid Thalib.
Untuk pelaksanaan kali ini, Edi Wahyudi kembali dipercaya sebagai ketua tim. Dua relawan UAR, Wanto dan Fikri Rafiul Haq, turun ke Aceh untuk mendampingi proses penyembelihan dan distribusi daging kurban di lapangan.