Pencarian

Rupiah Terus Merosot ke Rp 17.864, Nasabah Bank Mandiri, BCA, dan BNI Rasakan Dampak Langsung di Kurs Transaksi Valas

Selasa, 02 Juni 2026 • 12:18:02 WIB
Rupiah Terus Merosot ke Rp 17.864, Nasabah Bank Mandiri, BCA, dan BNI Rasakan Dampak Langsung di Kurs Transaksi Valas
Rupiah melemah ke Rp 17.864, berdampak pada kurs transaksi valas di Bank Mandiri, BCA, dan BNI.

SUMATERA UTARA — Bagi Anda yang bertransaksi valas di bank, harga dolar AS kini sudah di atas Rp 17.900. Di BCA, kurs jual melalui layanan e-Rate (transaksi e-Banking) tercatat Rp 17.898 per dolar AS, sementara kurs beli di level Rp 17.878. Artinya, jika Anda membeli US$ 1.000 melalui mobile banking BCA, Anda harus merogoh kocek sekitar Rp 17,9 juta.

Untuk transaksi tunai di counter (TT Counter) atau penukaran bank notes, harga jual BCA justru lebih tinggi lagi, mencapai Rp 17.940 per dolar AS. Sementara itu, Bank Mandiri dan BNI menawarkan kurs jual khusus (special rate) untuk transaksi di atas US$ 25.000 dengan harga Rp 17.895 dan Rp 17.925 per dolar AS.

BCA, Mandiri, dan BNI: Siapa Paling Mahal Jual Dolar?

Berikut perbandingan kurs jual dolar AS di tiga bank utama pada pukul 09.38 WIB, yang menjadi acuan biaya riil bagi nasabah:

  • Bank Mandiri (BMRI): Kurs jual special rate Rp 17.895, TT Counter Rp 17.940, Bank Notes Rp 17.925.
  • BCA: Kurs jual e-Rate Rp 17.898, TT Counter dan Bank Notes Rp 17.940.
  • BNI: Kurs jual special rate Rp 17.925, TT Counter Rp 17.940, Bank Notes Rp 17.925.

Selisih antara kurs beli dan jual (spread) di masing-masing bank terpantau lebar, terutama untuk transaksi tunai. Spread di BCA untuk TT Counter mencapai Rp 250 per dolar AS, sementara di BNI spread-nya Rp 300 per dolar AS untuk transaksi bank notes.

IHSG Menguat, Rupiah Justru Tertekan: Apa yang Terjadi?

Fenomena menarik terjadi di pasar keuangan hari ini. Di saat rupiah terpuruk ke Rp 17.864, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru mencatat penguatan ke level 6.217. Pergerakan yang berlawanan ini menunjukkan bahwa tekanan pada rupiah lebih disebabkan oleh faktor eksternal, yakni penguatan dolar AS secara global, bukan karena aksi jual besar-besaran di pasar saham domestik.

Bagi investor dan pelaku bisnis, kondisi ini menjadi sinyal untuk lebih cermat mengelola eksposur valas. Pelemahan rupiah yang berkepanjangan akan meningkatkan biaya impor bahan baku dan memperbesar beban utang perusahaan yang memiliki pinjaman dalam dolar.

Kapan kurs yang tertera di atas bisa berubah?

Kurs yang dipublikasikan oleh bank bersifat indikasi dan dapat berubah sewaktu-waktu selama proses transaksi berlangsung. Untuk transaksi dengan nominal besar, nasabah disarankan menghubungi cabang bank terdekat untuk mendapatkan kurs khusus yang berlaku pada tanggal efektif transaksi.

Bagikan
Sumber: money.kompas.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks