SUMATERA UTARA — Pabrikan asal Inggris yang kini di bawah naungan SAIC Group, MG, resmi meluncurkan sedan terbarunya, MG 07, di pasar China. Informasi ini dikonfirmasi lewat unggahan gambar resmi di CarNewsChina. Mobil ini langsung diposisikan sebagai pesaing langsung BYD Seal di segmen sedan premium, namun dengan banderol yang lebih ramah di kantong.
Desain Fastback dan Warna Khas Morello Purple
MG 07 tampil dengan siluet fastback yang rendah dan lebar, memberikan aura coupe premium. Bagian depan mengusung lampu berbentuk C dengan unit LED dan active intake grille yang diklaim mendukung aerodinamika.
Dari samping, nuansa sporty makin kental berkat pintu frameless, door handle semi tersembunyi, dan velg two-tone besar dengan kaliper rem berwarna. Proporsi bodinya dibuat dinamis dengan wheelbase panjang dan overhang pendek. MG juga menyematkan lampu belakang full-width yang menyatu dengan garis atap melandai serta panoramic sunroof. Menariknya, MG 07 diperkenalkan dengan warna ungu khas bernama Morello Purple.
Teknologi Smart Driving Momenta R7 untuk Bantuan Semi-Otonom
MG 07 disebut sebagai mobil pertama yang mengadopsi sistem smart driving Momenta R7 "Enhanced World Model". Teknologi ini didukung chip Momenta X7 dan sensor LiDAR yang dipasang di atap mobil.
Sistem ini memungkinkan mobil membaca kondisi jalan dan lingkungan sekitar secara lebih detail, mendukung fitur bantuan berkendara semi-otonom. Ini menjadi salah satu keunggulan utama yang ditawarkan MG untuk bersaing di segmen premium.
Dua Opsi Powertrain: Listrik Murni dan Plug-in Hybrid
Meski detail spesifikasi resmi belum dirilis, MG 07 akan tersedia dalam dua pilihan: mobil listrik murni (EV) dan Plug-in Hybrid (PHEV). Platform yang digunakan adalah kendaraan energi baru (NEV) milik SAIC Group.
Rentang harga di China dipatok antara 150 ribu hingga 200 ribu yuan, atau setara Rp 340 jutaan sampai Rp 455 jutaan. Sebagai pembanding, BYD Seal di Indonesia dijual mulai Rp 639 juta untuk varian Premium Extended Range, sementara varian Performance AWD tembus Rp 735 juta on the road Jakarta.