MEDAN — Sulaiman Harahap mengingatkan para haji bahwa predikat haji mabrur bukan sekadar label yang melekat usai menunaikan rukun Islam kelima. Ia mendorong agar pengalaman 41 hari di Tanah Suci menjadi modal untuk menghadapi ujian kehidupan, seperti kehilangan, kegagalan, maupun kesedihan.
Bekal Kehidupan: Lebih Sabar dan Lebih Ikhlas
"Kami berharap seluruh pengalaman spiritual selama di Tanah Suci jadi bekal berharga yang diterapkan di kampung halaman," ucap Sulaiman dalam sambutannya. Ia menambahkan bahwa bekal itu bisa diwujudkan dalam lingkungan terkecil, yakni keluarga, hingga masyarakat luas.
Menurutnya, setiap manusia pasti dihadapkan pada cobaan. Oleh karena itu, nilai-nilai kesabaran, keikhlasan, dan kebermanfaatan bagi sesama yang dipelajari selama berhaji harus menjadi pegangan. "Haji mabrur bukan hanya terlihat saat berada di Tanah Suci, tetapi juga tercermin dalam sikap dan perilaku setelah kembali," kata dia.
Peran Haji sebagai Penguat Moral di Kampung
Sulaiman percaya para haji dan hajjah memiliki peran strategis sebagai penguat nilai-nilai moral dan keagamaan di lingkungan masing-masing. Ia mengajak mereka menjadikan pengalaman berhaji sebagai energi baru untuk meningkatkan kualitas ibadah dan menjadi teladan di tengah masyarakat.
Pemerintah Provinsi Sumut juga memberikan apresiasi kepada seluruh petugas yang telah mendampingi jamaah selama proses pemberangkatan, pelayanan di Tanah Suci, hingga pemulangan. "Kami mengucapkan terima kasih kepada para petugas mulai proses pemberangkatan, pelayanan di Tanah Suci hingga proses pemulangan ke Tanah Air," papar Sulaiman.
Pemulangan Bertahap hingga 21 Juni 2026
Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Medan, Zulkifli Sitorus, melaporkan bahwa sebanyak 360 haji Kloter 1 tiba dalam keadaan selamat. Rombongan ini terdiri dari 223 haji asal Kota Binjai, 131 haji asal Kota Medan, dan enam petugas kloter.
"Alhamdulillah, semuanya selamat. Setelah penyambutan ini, mereka kita lepas ke daerahnya masing-masing," ucap Zulkifli. Data PPIH mencatat, total 5.972 haji asal Sumatera Utara akan menjalani fase pemulangan melalui Bandara Internasional Kualanamu Deli Serdang secara bertahap mulai 2 hingga 21 Juni 2026.