SUMATERA UTARA — Ketika kebanyakan orang membayangkan proses pembuatan rangka sepeda, yang terbayang adalah percikan api dari las. Namun, FLIT, produsen sepeda listrik lipat asal Cambridge, Inggris, justru mengambil jalur berbeda. Mereka merakit rangka FLIT M2 dengan adhesive bonding—teknik perekatan struktural yang sudah lama digunakan di industri kedirgantaraan dan mobil sport seperti Aston Martin serta Tesla.
Alasan Teknis di Balik Pengeleman Rangka Aluminium
Proses pengelasan konvensional memang efektif, tapi panas tinggi yang dihasilkan bisa mengubah sifat metal di area sambungan. Distorsi kecil ini seringkali tidak kritis pada sepeda biasa, tapi menjadi masalah besar pada sepeda lipat presisi seperti FLIT M2. Rangka harus memiliki toleransi sangat ketat agar mekanisme lipatannya bisa bekerja sempurna setiap kali digunakan.
“Dengan adhesive bonding, kami bisa merakit rangka pada suhu jauh lebih rendah, sehingga akurasi dimensi tetap terjaga,” jelas FLIT dalam keterangan resminya. Teknik ini memungkinkan sambungan yang lebih kuat dan distribusi tegangan lebih merata dibanding las titik, yang justru rawan konsentrasi tekanan di sekitar manik las.
Bobot 14,5 Kg Tanpa Mengorbankan Kekuatan
FLIT M2 memiliki bobot hanya 14,5 kg—lebih ringan dari rata-rata sepeda listrik lipat di kelasnya. Pencapaian ini tidak bergantung pada serat karbon atau titanium yang mahal. FLIT mengklaim adhesive bonding memungkinkan mereka tetap menggunakan rangka aluminium namun dengan bobot yang lebih rendah berkat eliminasi kebutuhan akan material penguat tambahan di area sambungan las.
Teknik perekatan struktural modern, menurut FLIT, sudah sangat berbeda dari lem pipa ledeng biasa. Perekat kelas otomotif dan kedirgantaraan yang digunakan saat ini dirancang untuk menahan beban besar, perubahan suhu ekstrem, paparan kelembaban, dan getaran selama bertahun-tahun. FLIT mengembangkan proses ini dengan dukungan Innovate UK, Royal Academy of Engineering, dan Advanced Propulsion Centre.
Manufaktur Lokal Inggris, Bukan Rangka Impor Asia
Salah satu keuntungan lain dari metode ini adalah FLIT bisa melakukan seluruh proses produksi rangka secara lokal di Inggris. Banyak pabrikan sepeda Eropa yang mengklaim perakitan lokal, namun nyatanya masih mendatangkan rangka jadi hasil las dari Asia. Dengan adhesive bonding, FLIT bisa mengontrol kualitas dari awal hingga akhir tanpa harus bergantung pada pemasok rangka luar negeri.
Konsep perekatan rangka sebenarnya bukan hal baru di industri sepeda. Eksperimen serupa sudah dilakukan puluhan tahun lalu, namun perekat lama seringkali tidak konsisten dan kurang tahan lama. Baru setelah teknologi perekat modern hadir dari industri dirgantara, metode ini layak digunakan secara massal pada sepeda premium.
Apakah Teknik Ini Akan Jadi Tren Baru?
Pengelasan tetap menjadi metode dominan karena murah, terbukti andal, dan sudah sangat dipahami oleh industri. Namun, jika produsen mulai mengejar bobot lebih ringan, presisi lebih tinggi, dan desain rangka yang lebih inovatif, adhesive bonding bisa menjadi opsi yang menarik. FLIT M2 membuktikan bahwa sepeda yang “direkatkan” bukan berarti lemah—justru sebaliknya, ia mengadopsi standar yang sama dengan mobil sport paling canggih di dunia.