Pencarian

Gempa M 3,1 Guncang Padangsidimpuan Akibat Aktivitas Subduksi, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

Kamis, 04 Juni 2026 • 10:49:17 WIB
Gempa M 3,1 Guncang Padangsidimpuan Akibat Aktivitas Subduksi, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
Gempa magnitudo 3,1 mengguncang barat daya Padangsidimpuan pada Kamis pagi.

PADANGSIDIMPUAN — Gempa bumi mengguncang wilayah barat daya Padangsidimpuan, Sumatera Utara, pada pukul 09.40 WIB, Kamis (4/6/2026). Berdasarkan data BMKG, kekuatan gempa tercatat magnitudo 3,1 dengan pusat gempa berada di koordinat 0,77 Lintang Utara dan 98,78 Bujur Timur.

"Info gempa Mag:3,1 pada 4 Juni 2026 pukul 09:40:24 WIB," tulis BMKG dalam keterangan resmi yang diterima, Kamis.

Penyebab Gempa: Aktivitas Subduksi di Kedalaman 10 Km

BMKG menjelaskan, gempa ini terjadi akibat aktivitas subduksi lempeng bumi. Pusat gempa berada di kedalaman 10 km, yang termasuk kategori gempa dangkal. Meski getaran terasa di permukaan, BMKG memastikan gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

"Gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," pungkas keterangan resmi BMKG.

Lokasi dan Dampak: Getaran Terpusat di Barat Daya Padangsidimpuan

Episenter gempa berada di darat, tepatnya di wilayah barat daya Kota Padangsidimpuan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan atau korban jiwa akibat guncangan tersebut. BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpancing informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Pihak BMKG juga mengingatkan warga untuk waspada terhadap potensi gempa susulan yang mungkin terjadi, meski kekuatannya diperkirakan lebih kecil.

Apa yang Harus Dilakukan Warga Saat Gempa?

BMKG menyarankan warga untuk selalu memantau informasi resmi melalui kanal komunikasi BMKG. Saat gempa terjadi, hindari panel kaca, lemari, atau benda yang mudah jatuh. Jika berada di dalam ruangan, berlindunglah di bawah meja yang kokoh hingga getaran berhenti.

Bagikan
Sumber: detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks