Pencarian

Rupiah Tembus Rp18.049 per Dolar AS, Pemerintah Klaim Fundamental Ekonomi Masih Kuat

Kamis, 04 Juni 2026 • 21:35:01 WIB
Rupiah Tembus Rp18.049 per Dolar AS, Pemerintah Klaim Fundamental Ekonomi Masih Kuat
Nilai tukar rupiah melemah ke posisi Rp18.049 per dolar AS pada perdagangan Kamis.

SUMATERA UTARA — Nilai tukar rupiah ditutup melemah 0,46 persen ke posisi Rp18.049 per dolar AS pada perdagangan Kamis kemarin, turun dari Rp17.966 pada penutupan sebelumnya. Level ini menjadi titik terendah dalam periode terakhir dan langsung mendorong pernyataan resmi dari Istana.

Koordinasi Tiga Otoritas dan Klaim Fundamental

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan pemerintah tidak tinggal diam. Ia menyebut Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, dan Otoritas Jasa Keuangan telah membentuk pola koordinasi intensif untuk memonitor pergerakan pasar.

"Berkenaan dengan masalah rupiah, kami pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan, kemudian Bank Indonesia, kemudian juga Otoritas Jasa Keuangan terus berkoordinasi secara intens untuk terus memonitor dan kemudian melakukan langkah-langkah," ujar Prasetyo di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (4/6).

Pernyataan ini disampaikan di tengah tekanan eksternal yang mempengaruhi hampir seluruh mata uang emerging market. Prasetyo menekankan keyakinan pemerintah pada kondisi fundamental ekonomi nasional. "Kami harus yakin sesungguhnya fundamental ekonomi yang tergambar dari pertumbuhan ekonomi, kemudian dari inflasi yang masih terjaga Insya Allah sesungguhnya kita memiliki fundamental ekonomi yang cukup kuat," katanya.

Menkeu Akui Dampak ke Bunga Utang Valas

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan gambaran lebih spesifik mengenai dampak pelemahan ini terhadap fiskal. Ia menegaskan bahwa pelemahan rupiah belum mengganggu kemampuan pemerintah membayar utang secara keseluruhan.

Menurut Purbaya, kupon surat utang pemerintah bersifat tetap atau fixed rate, sehingga perubahan nilai tukar tidak berdampak langsung pada kewajiban pokok. Namun, ia mengakui ada konsekuensi yang tidak bisa dihindari. "Pelemahan nilai tukar rupiah berdampak pada pembayaran bunga utang pemerintah berdenominasi valuta asing," ujarnya.

Pernyataan ini menjadi pengakuan pertama dari jajaran ekonomi bahwa tekanan nilai tukar mulai menyentuh sisi riil anggaran negara, meskipun pemerintah masih meyakini posisi fiskal tetap terkendali.

Tekanan Eksternal dan Sinyal ke Pasar

Pergerakan rupiah dalam sepekan terakhir menunjukkan tren pelemahan yang konsisten seiring dengan penguatan indeks dolar AS di pasar global. Data Bloomberg mencatat rupiah menjadi salah satu mata uang dengan depresiasi terdalam di Asia pada sesi perdagangan Kamis.

Pasar menunggu langkah konkret Bank Indonesia di luar intervensi pasar spot dan forward. Sinyal dari Istana yang menekankan koordinasi, namun belum menyebutkan instrumen kebijakan baru, dinilai analis belum cukup untuk membalikkan sentimen jangka pendek.

Pemerintah berjanji akan terus memonitor berbagai indikator ekonomi dan menyiapkan langkah-langkah tambahan jika tekanan berlanjut. Namun, hingga kemarin malam, belum ada pengumuman kebijakan darurat atau perubahan target nilai tukar dalam APBN.

Bagikan
Sumber: voi.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks