MEDAN — Gelaran Karya Kreatif Sumatera Utara (KKSU) 2026 di Delipark Mall Medan membukukan potensi investasi dan kerja sama lebih dari Rp80 miliar. Acara yang berlangsung pada 15–26 Juli 2026 itu juga mencatatkan kesepakatan bisnis melalui business matching senilai Rp22 miliar serta penjualan ritel yang melampaui Rp900 juta. Capaian ini menjadi sinyal positif bagi target pertumbuhan ekonomi Sumut yang dipatok pada kisaran 6,7% hingga 7,1%.
Potensi Investasi Rp80 Miliar dari 600 Pelaku Usaha
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumut Ameriza M. Moesa melaporkan bahwa KKSU 2026 melibatkan lebih dari 600 pelaku usaha. Rangkaian acara yang digelar pada 15–26 Juli 2026 itu tidak hanya mencatatkan transaksi ritel dan business matching, tetapi juga mengumpulkan potensi investasi dan kerja sama jangka panjang yang terakumulasi lebih dari Rp80 miliar.
Pemprov Sumut Dorong UMKM Beralih ke Model Bisnis B2B
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mendorong pelaku UMKM untuk tidak hanya mengandalkan penjualan langsung ke konsumen (B2C), tetapi juga masuk ke rantai industri melalui skema business to business (B2B). Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution mengapresiasi penyelenggaraan KKSU 2026 dan menekankan pentingnya peran sektor swasta serta pelaku usaha domestik dalam menjaga stabilitas ekonomi. Ia meyakini produk unggulan Sumut, seperti wastra dan kuliner, memiliki daya saing tinggi di pasar global.
Pendampingan Intensif untuk Tingkatkan Daya Saing Produk
Untuk mendukung transisi model bisnis tersebut, Pemprov Sumut memberikan pendampingan intensif kepada UMKM. Pendampingan mencakup perbaikan kualitas kemasan hingga penyusunan studi kelayakan agar produk semakin bankable bagi para investor. Langkah ini diharapkan memperkuat posisi UMKM dalam rantai pasok perusahaan besar, baik di tingkat nasional maupun internasional.
BI Perkuat Insentif Likuiditas untuk Perluas Akses Pembiayaan
Deputi Gubernur Bank Indonesia Thomas Aquinas Muliatna Djiwandono secara resmi membuka KKSU 2026. Ia memuji ketahanan ekonomi Sumatera Utara yang tetap tumbuh positif sebesar 4,98% di tengah tantangan global. Bank Indonesia terus memperkuat kebijakan insentif likuiditas makroprudensial bagi perbankan guna memperluas akses pembiayaan yang terjangkau dan inklusif bagi seluruh pelaku usaha kecil.
Edukasi Literasi Keuangan dan Digitalisasi QRIS
KKSU 2026 juga menghadirkan agenda strategis seperti Sumatra Export Celebration dan Medan Digifestival. Selain itu, panitia menggelar edukasi literasi keuangan serta perluasan digitalisasi pembayaran menggunakan QRIS. Rangkaian kegiatan ini menjadi jembatan konkret bagi UMKM Sumatera Utara untuk bersaing dan memperluas jangkauan pasar di tingkat nasional maupun global.