Pencarian

PKS Tebing Tinggi Hidupkan Tradisi Bakar Lemang Malam 17 Agustus, Pakai Bambu Hasil Tanam Sendiri

Selasa, 18 Agustus 2026 • 16:50:01 WIB
PKS Tebing Tinggi Hidupkan Tradisi Bakar Lemang Malam 17 Agustus, Pakai Bambu Hasil Tanam Sendiri
Warga dan kader PKS Tebing Tinggi mengikuti kegiatan bakar lemang dan ikan bersama dalam perayaan malam HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Tebing Tinggi, Senin (17/8/2026).

TEBING TINGGI — Malam peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Tebing Tinggi tahun ini berlangsung berbeda. DPD PKS setempat mengemas acara 17-an dengan konsep kebersamaan, menghadirkan tradisi bakar lemang di sela-sela silaturahmi antar kader dan warga.

Ketua DPD PKS Kota Tebing Tinggi, Anda Yasser Albantani, menyebut kegiatan pada Senin (17/8/2026) malam itu menjadi momentum bersejarah bagi partainya. Untuk pertama kalinya, peringatan malam kemerdekaan di lingkungan PKS Tebing Tinggi dirangkai dengan makan bersama.

"Malam ini adalah malam yang bersejarah karena baru pertama kali kegiatan malam 17-an dibuat seperti ini. Selain mengokohkan silaturahmi, kita juga menanamkan rasa persaudaraan yang kuat dengan kegiatan makan ikan bakar dan lemang bersama," ujar Anda Yasser.

Bambu dari Kebun Sendiri untuk Jaga Identitas Kota Lemang

Ada yang sengaja dibuat berbeda dalam perayaan kali ini. Jika bakar ikan merupakan aktivitas umum di berbagai daerah, DPD PKS Tebing Tinggi memilih menghadirkan tradisi bakar lemang sebagai penanda identitas lokal.

Lemang bukan sekadar makanan tradisional bagi warga Tebing Tinggi. Kuliner berbahan dasar ketan dan santan yang dimasak dalam bambu ini telah melekat kuat dengan julukan kota tersebut sebagai Kota Lemang.

"Kalau bakar ikan sudah hal biasa dilakukan di mana-mana. Yang agak unik, kita malam ini bakar lemang dengan bambu hasil tanaman sendiri. Kita juga ingin membudayakan dan menguatkan ikon Kota Lemang agar jangan sampai pudar," kata Anda Yasser.

Tradisi Lemang di Tebing Tinggi Berakar sejak 1958

Upaya pelestarian ini bukan tanpa alasan. Anda Yasser menjelaskan, tradisi lemang telah berkembang di Kota Tebing Tinggi sejak 1958 dan tidak terlepas dari keberadaan masyarakat Minang yang menetap di kota tersebut.

Karena itu, menjaga eksistensi lemang dinilai bukan hanya soal mempertahankan kuliner tradisional, tetapi juga merawat warisan dan identitas budaya Kota Tebing Tinggi secara keseluruhan.

Kegiatan yang berlangsung sederhana namun penuh keakraban itu dihadiri pengurus, kader, simpatisan, serta masyarakat umum. Rangkaian acara meliputi silaturahmi, tausiah, hingga sesi bakar ikan dan lemang bersama.

Follow kabarsumut.co.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: teritorial24.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks