MEDAN — Potensi hujan lebat dan angin kencang tidak hanya menerpa wilayah pesisir timur. BBMKG Wilayah I Medan juga memprakirakan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang berpeluang terjadi di 12 kabupaten/kota lain, mulai dari Asahan, Batubara, Dairi, Humbang Hasundutan, hingga Nias dan Serdang Bedagai.
Kepala BBMKG Wilayah I Medan, Hendro, menjelaskan kondisi atmosfer ini dipicu oleh aktifnya fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) secara spasial. Selain itu, terdapat belokan angin dan daerah konvergensi yang mendukung pertumbuhan awan konvektif di wilayah Sumatera Utara.
Faktor Pemicu: Suhu Muka Laut yang Hangat
Hendro menambahkan, suhu muka laut di sekitar perairan Sumatera yang relatif hangat turut berkontribusi terhadap peningkatan ketersediaan uap air di atmosfer. Kondisi ini menjadi bahan bakar bagi pembentukan awan hujan yang signifikan.
“Selain itu, suhu muka laut di sekitar perairan Sumatera yang relatif hangat turut meningkatkan ketersediaan uap air di atmosfer sehingga mendukung pembentukan awan hujan,” ucapnya.
Durasi Cuaca Ekstrem dan Wilayah yang Perlu Diwaspadai
Potensi hujan ringan hingga sedang di wilayah Sumatera Utara ini diperkirakan masih akan berlangsung hingga satu pekan ke depan. Berdasarkan analisis model cuaca, terdapat indikasi peningkatan intensitas curah hujan pada periode Sabtu hingga Senin mendatang.
Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya di wilayah Pantai Barat, Pantai Timur, Pegunungan, dan Lereng Timur Sumatera Utara. Hujan dengan intensitas sedang berpotensi disertai petir dan angin kencang yang dapat terjadi secara tiba-tiba.
Ancaman Banjir dan Longsor di Daerah Rawan
Kondisi cuaca tersebut berpotensi menimbulkan dampak hidrometeorologi seperti banjir, genangan, dan tanah longsor. Wilayah dengan topografi rawan serta sistem drainase yang kurang optimal disebut menjadi area yang paling rentan terdampak.
“Masyarakat agar terus memantau informasi dan peringatan dini cuaca BMKG serta meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan kondisi cuaca yang dapat terjadi secara cepat,” papar Hendro.