Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumatera Utara mendorong mahasiswa di wilayah Aceh-Sumut untuk tidak sekadar menjadi pengguna teknologi, tetapi juga aktor utama dalam transformasi digital yang aman dan bertanggung jawab. Seruan ini mengemuka dalam seminar IT nasional yang dirangkaikan dengan Dies Natalis XV Perhimpunan Mahasiswa Informatika dan Komputer Nasional (Permikomnas) Wilayah I Aceh-Sumut di Medan, Sabtu (22/8).
MEDAN — Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Dinas Kominfo Provinsi Sumut, Porman Mahulae, menegaskan bahwa kemajuan teknologi tidak hanya memberi kemudahan, tetapi juga menghadirkan tantangan baru bagi kalangan mahasiswa. Ancaman keamanan data, kejahatan siber, hingga maraknya penipuan di ruang digital menjadi persoalan yang tidak bisa diabaikan.
Menurutnya, penguasaan teknologi saja tidak cukup. Mahasiswa perlu dibekali etika digital dan kesadaran untuk melindungi data pribadi sekaligus menciptakan inovasi yang berdampak luas bagi masyarakat.
Etika Digital dan Keamanan Data Jadi Prioritas
Porman menggarisbawahi bahwa perkembangan dunia digital saat ini menuntut sumber daya manusia yang tidak hanya cakap secara teknis. Tanggung jawab sosial dan pemahaman akan konsekuensi penggunaan teknologi menjadi bagian yang tak terpisahkan.
"Mahasiswa harus menjadi generasi memahami teknologi, memiliki etika digital, sadar terhadap keamanan data, dan mampu menciptakan inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat," ujar Porman di hadapan peserta seminar.
Ia menambahkan, perguruan tinggi dan organisasi kemahasiswaan memegang peran kunci dalam membangun literasi serta budaya digital yang sehat di lingkungan kampus.
Kolaborasi Antarlembaga untuk Ekosistem Digital
Pemprov Sumut menilai kehadiran Permikomnas Wilayah I Aceh-Sumut menjadi wadah strategis bagi mahasiswa untuk meningkatkan kapasitas dan memperluas jejaring di bidang teknologi informasi dan komputer.
"Kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia industri, dan mahasiswa sangat penting untuk membangun ekosistem digital yang aman, inklusif dan berkelanjutan," kata Porman.
Ia berharap organisasi ini mampu menjadi katalis bagi lahirnya inovasi-inovasi baru yang menjawab persoalan digital di daerah.
Seminar Nasional Jadi Ruang Pengembangan Wawasan
Dekan Fakultas Teknik dan Komputer Universitas Dharmawangsa Medan, Dr Zulham, SKom, MKom, menyambut baik pelaksanaan dies natalis yang dirangkaikan dengan seminar ini. Menurutnya, kegiatan semacam ini memberi ruang bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan sekaligus mempererat hubungan antarkampus.
"Kami mengapresiasi kegiatan ini. Ke depan, tentu kita berharap pelaksanaannya dikemas lebih baik lagi. Semakin berkualitas, dan tidak kalah penting mengangkat nama masing-masing almamater," ujar Zulham.
Seminar IT nasional ini dihadiri mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di wilayah Aceh dan Sumatera Utara, menjadi ajang diskusi mengenai peran generasi muda dalam menghadapi dinamika transformasi digital yang terus bergerak cepat.