Pencarian

Review Dark Matter Season 2: Ambisius Tapi Tetap Terasa Terbatas di Apple TV

Jumat, 28 Agustus 2026 • 17:48:01 WIB
Review Dark Matter Season 2: Ambisius Tapi Tetap Terasa Terbatas di Apple TV
Adegan dari serial Dark Matter yang tayang di Apple TV+.

SUMATERA UTARA — Season pertama "Dark Matter" berakhir dengan Jason Dessen (Joel Edgerton) yang akhirnya bersatu kembali dengan keluarganya, Daniela (Jennifer Connelly) dan Charlie (Oakes Fegley), setelah petualangan lintas dimensi yang melelahkan. Namun, ketenangan itu tidak bertahan lama. Season kedua yang tayang perdana 28 Agustus 2025 ini langsung melempar penonton ke dalam aksi tanpa jeda, seolah tidak ada waktu untuk bernapas—apalagi mengingat-ingat kembali detail plot season sebelumnya yang rumit.

Dilema Multiverse: Banyak Jason, Satu Masalah yang Sama

Konsekuensi dari perjalanan lintas alam semesta langsung terasa di episode pertama. Keluarga Dessen yang mencoba hidup tenang di universe baru harus kembali masuk ke dalam "Box" setelah dikejar oleh Jason versi lain yang mengklaim keluarga tersebut miliknya. Tindakan kekerasan terhadap Jason pendatang ini memaksa mereka kabur lagi, memulai siklus baru pelarian yang tidak ada habisnya.

Masalahnya, tidak seperti Tatiana Maslany di "Orphan Black" yang memerankan karakter klon dengan kepribadian sangat berbeda, Edgerton dan para pemain lain memerankan versi karakter mereka dengan perbedaan yang tipis. Hal ini memang memunculkan pertanyaan filosofis tentang identitas diri, tapi di sisi lain membuat cerita terasa berat dan sulit diikuti, terutama di momen-momen emosional yang menuntut koneksi mendalam dengan karakter tertentu.

Dunia Baru yang Kurang "Liar": Masih Realistis, Bukan Sliders

Ekspansi multiverse di season ini memang lebih jauh dari sebelumnya, tapi jangan berharap akan melihat dunia yang benar-benar aneh dan spektakuler. Mayoritas universe yang dikunjungi hanya memiliki sedikit perbedaan dari dunia nyata kita. Ini tentu membantu menghemat budget produksi, tapi juga mengurangi daya tarik setiap kali pintu Box terbuka. Tawon pembunuh dari season pertama tidak kembali, meski ada beberapa adegan aksi dan gambaran kiamat singkat yang cukup seru.

Salah satu dunia yang menarik adalah versi alternatif yang teknologinya terbatas, mirip era 1980-an. Blake Crouch selaku kreator, bersama Jacquelyn Ben-Zekry, berhasil mengeksplorasi bagaimana masyarakat berevolusi tanpa kehadiran microchip—sebuah premis yang cerdas dan memberi angin segar di tengah alur cerita yang padat.

Penampilan Baru yang Mencuri Perhatian

Ada beberapa tambahan pemain yang solid. Margo Martindale tampil sebagai perawat pensiunan yang rumahnya menjadi semacam stasiun transit perjalanan antar dimensi. Episode yang berfokus padanya menjadi salah satu yang terbaik di musim ini. Chris Diamantopoulos juga tampil ganda sebagai investigator tangguh yang mencoba mengungkap misteri Box, meski ancamannya tidak sekuat yang terlihat di episode awal.

Di tengah kekacauan multiverse, inti cerita tetap berpusat pada hubungan keluarga Dessen. Edgerton dan Connelly kembali memikul beban emosional terbesar, sementara Amanda Brugel yang kini menjadi pemeran reguler, memberikan warna paling ringan lewat karakternya, Blair, yang tangguh dan pragmatis setelah selamat dari dunia tawon pembunuh.

Verdict: Layak Ditonton, Tapi Masih Bisa Lebih Berani

Season kedua "Dark Matter" memang tidak se-segar dan seramping season pertama. Alurnya yang berbelit dengan banyaknya versi karakter bisa membingungkan, dan eksplorasi dunianya terasa belum maksimal. Namun, drama personal yang diusung tetap kuat dan mengharukan. Ada beberapa episode di pertengahan musim yang berdiri sendiri dan menunjukkan potensi cerita yang lebih luas.

Untuk penggemar setia yang sudah terikat dengan karakter, season ini tetap layak ditonton. Tapi untuk serial yang premisnya "seluruh multiverse adalah taman bermain", "Dark Matter" seharusnya berani berpikir lebih besar dan lebih aneh. Semoga season ketiga bisa mewujudkannya.

Kelebihan & Kekurangan

  • Kelebihan: Performa kuat dari Joel Edgerton dan Jennifer Connelly dalam membawakan drama keluarga yang emosional.
  • Kelebihan: Penambahan karakter baru seperti Margo Martindale dan Chris Diamantopoulos yang memberi dimensi baru pada cerita.
  • Kekurangan: Plot yang sangat rumit dengan banyak versi karakter membuat cerita sulit diikuti, bahkan untuk penonton setia season pertama.
  • Kekurangan: Eksplorasi dunia alternatif terasa kurang liar dan imajinatif, kebanyakan hanya sedikit berbeda dari dunia nyata.
  • Kekurangan: Tidak ada alur cerita sejelas "Jason mencoba pulang" seperti di season pertama, membuat narasi terasa sedikit mengambang.

Follow kabarsumut.co.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: tomsguide.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks