MEDAN — INALUM membuka ruang diskusi langsung dengan akademisi dan insan pers di Aula Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) USU, Kamis (3/9/2026). Sosialisasi ini menjadi bagian dari rangkaian MediaMIND 2026, ajang tahunan kelima yang digelar MIND ID untuk menjaring karya jurnalistik bertema industri pertambangan dan hilirisasi.
Dekan FISIP USU, Dr. Hatta Ridho S.Sos MSP, yang membuka acara secara resmi, menilai inisiatif ini menghubungkan dinamika industri nasional dengan iklim akademis. "Langkah ini penting untuk memperkaya wawasan mahasiswa dan wartawan lokal mengenai sektor strategis," ujarnya dalam sambutan yang dikutip dari siaran resmi INALUM.
Jejak Karbon 3,5 Ton: Klaim INALUM Soal Green Aluminium
Dalam pemaparannya, Kepala Grup Layanan Strategis PT INALUM, Daniel J.P. Hutauruk, menguraikan posisi perusahaan di pasar domestik. INALUM menguasai 46% pangsa pasar aluminium di dalam negeri dengan kapasitas peleburan mencapai 275.000 ton per tahun.
Klaim sebagai produsen aluminium ramah lingkungan disandarkan pada catatan emisi karbon (Skop 1 & 2) yang hanya 3,5 Ton CO2eq per ton aluminium. Angka ini kontras dengan rata-rata industri global yang menyentuh 12,5 Ton CO2eq, berkat penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Asahan berkekuatan 603 MW.
Konsistensi tersebut mengantarkan INALUM meraih PROPER Emas selama empat tahun beruntun sejak 2022 hingga 2025. Capaian ini menjadi bukti bahwa produksi aluminium tidak harus mengorbankan kelestarian lingkungan.
Bukan Sekadar Logam, Hilirisasi Dimaknai sebagai Kapabilitas Industri
Daniel menekankan bahwa hilirisasi tidak bisa dimaknai sempit sekadar menghasilkan produk jadi. "Produk nyata dari hilirisasi bukan hanya aluminium, melainkan kapabilitas industri, daya saing nasional, serta penciptaan nilai tambah secara berkelanjutan," tegasnya di hadapan peserta.
Pernyataan ini relevan mengingat hilirisasi menjadi salah satu dari enam subtema kompetisi. Lima subtema lain yang diangkat adalah Ekonomi dan Investasi, ESG & Green Mining, Industrialisasi dan Ketahanan Mineral Indonesia, Kontribusi Sosial Masyarakat, serta Transformasi dan Inovasi.
585.000 Pohon Ditanam di Kawasan Danau Toba
Komitmen keberlanjutan INALUM tidak berhenti pada proses produksi. Sepanjang 2023–2025, perusahaan menanam 585.000 pohon di Daerah Tangkapan Air (DTA) Danau Toba yang membentang seluas 1.370 hektare.
Program sosial lainnya mencakup pembinaan terhadap lebih dari 757 UMKM, akses pendidikan bagi 672 pelajar dan 336 guru, serta penanaman lebih dari 30.000 pohon mangrove. Di bidang infrastruktur sosial, INALUM membangun 74 unit rumah layak huni, 69 fasilitas air bersih, dan mengembangkan 7 desa binaan di Sumatera Utara.
Pendaftaran MediaMIND 2026 Masih Terbuka hingga Oktober
Kepala Departemen Manajemen Komunikasi INALUM, Utrich Farzah, mendorong peserta untuk aktif memberi perspektif baru soal isu strategis pertambangan melalui karya tulis. Ia berharap mahasiswa dan wartawan tidak sekadar menjadi penonton dinamika industri.
Karya yang dilombakan harus dipublikasikan pada periode 15 September 2025 hingga 17 September 2026. Tenggat pengumpulan untuk kategori jurnalis ditutup 17 September 2026, sementara kategori umum, akademisi, dan pengamat paling lambat 25 Oktober 2026.
Pendaftaran dapat dilakukan melalui laman https://bit.ly/mediaMIND2026-daftar. Daniel mengingatkan generasi muda untuk menguasai multidisiplin ilmu guna menjawab tantangan industri masa depan. "Tantangan hari ini adalah kesempatan bagi generasi muda untuk memimpin perubahan," pungkasnya.