PEMATANGSIANTAR — Langkah ini bukan sekadar mengganti uang kertas dengan kode QR. BI dan Bank Sumut tengah merancang ekosistem pembayaran yang lebih transparan dan akuntabel bagi pengelola pasar maupun pedagang di Pasar Horas. Targetnya, seluruh pedagang di Gedung 1 hingga Gedung 4 (Balerong) bisa menikmati sistem ini.
Kepala Unit Implementasi Kebijakan Sistem Pembayaran BI Pematangsiantar, M Fauzan Robbani, menekankan bahwa kesiapan infrastruktur menjadi syarat mutlak. Dalam diskusi lanjutan yang digelar Selasa (12/5/2026), ia menyoroti perlunya penyediaan perangkat pendukung.
“Penyediaan infrastruktur pembayaran QRIS, baik statis maupun dinamis, harus tersedia di seluruh area pasar. Dukungan perangkat seperti mesin EDC dan printer thermal juga menjadi prioritas untuk menunjang kelancaran transaksi,” ujar Fauzan kepada Mistar.id, Rabu (13/5/2026).
Selain perangkat keras, penguatan sistem settlement secara real time juga digarap. Hal ini penting untuk memastikan proses rekonsiliasi keuangan berjalan optimal dan mengurangi potensi kebocoran.
Transformasi digital ini tidak hanya soal mesin dan aplikasi. BI dan Bank Sumut menyiapkan program edukasi intensif bagi para pedagang serta pelatihan khusus bagi petugas penagih retribusi. Tujuannya, agar seluruh pihak di Pasar Horas bisa beradaptasi dengan cepat.
Melalui pendampingan berkelanjutan, transaksi digital dirancang untuk memberikan rasa aman dan nyaman. Sistem ini juga diyakini meminimalisasi risiko kesalahan dalam pengelolaan dana retribusi yang selama ini kerap terjadi di pasar tradisional.
QRIS sebagai kanal pembayaran yang Cepat, Mudah, Murah, Aman, dan Andal (CeMuMuAH) diharapkan menjadi motor penggerak transformasi digital di sektor perdagangan rakyat. Sinergi antara BI, Bank Sumut, dan pengelola pasar menjadi kunci keberhasilan program ini.
Dengan hadirnya sistem ini, Kota Pematangsiantar semakin memperkuat posisinya dalam ekosistem ekonomi digital di Sumatera Utara. Pasar Horas, yang selama ini menjadi ikon perdagangan di kota tersebut, perlahan bertransformasi menjadi pasar modern berbasis digital.