Chip A18 Bawa MacBook Neo ke Harga Rp10 Jutaan, RAM 8 GB Jadi Kelemahan vs Laptop Windows

Penulis: Amrizal Halim  •  Sabtu, 23 Mei 2026 | 10:55:26 WIB
MacBook Neo hadir dengan chip A18 Pro dan RAM 8 GB, dibanderol mulai Rp10,7 juta di Indonesia.

SUMATERA UTARA — Persaingan laptop di segmen harga menengah kian memanas setelah Apple meluncurkan MacBook Neo di Indonesia. Laptop ini menjadi perangkat pertama dari Apple yang dibanderol di bawah Rp11 juta, tepatnya mulai Rp10,7 juta. Namun, di rentang harga yang sama, pengguna juga bisa melirik Asus Vivobook 14 M1405 yang dijual sekitar Rp10,049 juta. Keduanya menyasar segmen yang sama: pengguna yang membutuhkan laptop untuk aktivitas harian tanpa perlu merogoh kocek terlalu dalam.

Performa: Chip Smartphone vs Prosesor Laptop Khusus

Dapur pacu menjadi salah satu pembeda utama. MacBook Neo mengandalkan chip A18 Pro—sistem-on-chip yang sama digunakan di iPhone 16 Pro. Chip ini dibekali Neural Engine 16-core yang mendukung Apple Intelligence, memungkinkan akses ke berbagai fitur AI bawaan Apple.

Sementara itu, Asus Vivobook 14 M1405 menggunakan prosesor AMD Ryzen 7 7730U. Chip ini memiliki 8 core dan 16 thread, dan dirancang khusus untuk perangkat laptop. Perbedaan arsitektur ini penting: A18 Pro adalah chip mobile yang dioptimalkan untuk efisiensi daya, sementara Ryzen 7 7730U dibangun untuk performa komputasi berkelanjutan di laptop.

RAM 8 GB vs 16 GB: Celah Besar di Tahun 2026

Kelemahan paling mencolok MacBook Neo ada di sektor memori. Apple hanya membekali RAM 8 GB untuk kedua variannya, dengan opsi penyimpanan internal 256 GB atau 512 GB. Meski arsitektur memori Apple dikenal efisien, kapasitas 8 GB di tahun 2026 tergolong minim, terutama bagi pengguna yang kerap membuka banyak tab browser atau menjalankan aplikasi berat secara bersamaan.

Sebaliknya, Asus Vivobook 14 M1405 unggul telak dengan RAM 16 GB DDR4 dan SSD 512 GB M.2 NVMe PCIe 3. Dengan kapasitas memori dua kali lipat, pengguna bisa menjalankan multitasking lebih leluasa tanpa khawatir kehabisan ruang penyimpanan.

Layar dan Desain: Premium vs Fungsional

Dari segi tampilan, MacBook Neo unggul dengan layar Liquid Retina 13 inci beresolusi 2.408x1.506 piksel, kecerahan 500 nits, dan dukungan 1 miliar warna. Apple mengklaim layar ini lebih cerah dan tajam ketimbang kebanyakan laptop PC di kelas harga yang sama.

Asus Vivobook 14 M1405 menggunakan panel IPS 14 inci dengan resolusi WUXGA (1.920x1.200 piksel), kecerahan 300 nits, dan color gamut 45% NTSC. Meski spesifikasinya lebih rendah, layar ini dibekali fitur anti-glare yang berguna untuk penggunaan di ruangan terang.

Dari sisi material, MacBook Neo hadir dengan bodi aluminium dalam empat pilihan warna: merah muda, indigo, perak, dan kuning citrus. Bobotnya hanya 1,2 kilogram, membuatnya sangat portabel. Vivobook, sebaliknya, menggunakan bodi plastik yang lebih rentan terhadap sidik jari dan terasa kurang premium. Namun, Vivobook sudah dibekali keyboard backlit—fitur yang tidak ada di MacBook Neo.

Port dan Baterai: Kelengkapan vs Kesederhanaan

Soal konektivitas, MacBook Neo hanya menyediakan dua port USB Type-C, jack headphone, serta koneksi nirkabel Wi-Fi 6E dan Bluetooth 6. Asus Vivobook jauh lebih lengkap dengan 1x USB 2.0 Type-A, 1x USB 3.2 Gen 1 Type-C, 2x USB 3.2 Gen 1 Type-A, 1x HDMI 1.4, dan port pengisian daya khusus.

Kapasitas baterai juga berbeda. MacBook Neo dibekali baterai 36,5 WHrs, sedangkan Vivobook memiliki baterai lebih besar yakni 42 WHrs. Meski begitu, efisiensi chip A18 Pro bisa membuat daya tahan MacBook Neo tetap kompetitif meski kapasitasnya lebih kecil.

Pada akhirnya, pilihan kembali pada prioritas pengguna. MacBook Neo menawarkan ekosistem Apple, layar superior, dan desain premium dengan harga entry-level. Namun, pengorbanan di sektor RAM 8 GB dan port terbatas bisa menjadi penghalang bagi pengguna yang butuh fleksibilitas dan multitasking berat. Sementara Asus Vivobook 14 M1405 memberikan nilai lebih dalam hal memori, kelengkapan port, dan keyboard backlit—meski harus menerima material plastik dan layar yang kurang cemerlang.

Reporter: Amrizal Halim
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top