MEDAN — Paman dari Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution ini tercatat pindah tugas setelah masa kepemimpinannya di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tersebut tergolong singkat. Benny baru dilantik sebagai Kadis Perpustakaan dan Arsip pada 16 April 2026 oleh Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, sehingga masa kerjanya hanya berlangsung sekitar tiga setengah bulan.
Kepastian mutasi ini dibenarkan oleh Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Medan, Subhan Fajri Harahap. Ia menyebut proses perpindahan Benny telah efektif sejak 1 Agustus 2026.
"Tepatnya mutasi pindah ke Pemprov Sumut sejak 1 Agustus 2026," ujar Subhan, Kamis (20/8/2026).
Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti posisi yang akan diemban Benny di lingkungan birokrasi Pemprov Sumut. Subhan mengaku kewenangan terkait penempatan dan jabatan baru ASN tersebut berada di tangan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Sumatera Utara.
"Kalau jabatan beliau di Pemprov saya kurang tahu. Tapi yang pasti pada 1 Agustus 2026 sudah resmi mutasi pindah menjadi ASN Pemprov Sumut. Terkait dengan jabatan apa di sana dapat ditanyakan ke BKD Provinsi Sumut ya," ucapnya.
Seiring dengan perpindahan Benny, posisi Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Medan untuk sementara tidak diisi oleh pejabat definitif. Pemko Medan menunjuk Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kota Medan, Laksamana Putra Siregar, sebagai Pelaksana Harian (Plh).
Penunjukan ini dilakukan untuk memastikan roda pelayanan di dinas tersebut tetap berjalan normal di tengah kekosongan jabatan.
Mutasi ini menyita perhatian publik lantaran status Benny yang merupakan paman dari Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution. Sebelum memimpin Dinas Perpustakaan dan Arsip, Benny tercatat pernah menduduki sejumlah posisi strategis di lingkungan Pemko Medan.
Kariernya sempat menanjak saat dipercaya menjadi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan. Ia juga pernah mengemban tugas sebagai Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Medan pada 2024, ketika terjadi kekosongan jabatan di pucuk pimpinan birokrasi Pemko Medan.
Perjalanan karier yang panjang di lingkungan Pemko Medan tersebut menjadikan perpindahan Benny ke Pemprov Sumut sebagai salah satu mutasi yang dinantikan tindak lanjutnya, terutama terkait penempatan jabatan barunya.