MEDAN — Ancaman El Nino yang diprediksi mulai berdampak pada paruh kedua 2026 membuat Pemprov Sumut bergerak cepat. Sebanyak 2.500 unit pompa air telah disalurkan ke seluruh kabupaten/kota dalam dua tahun terakhir sebagai bentuk kesiapsiagaan.
"Artinya ini bentuk kesiapsiagaan kita, 2.500 pompa yang sudah kita salurkan," ujar Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Sumut, Yusfahri Parangin-angin, dalam temu pers di Kantor Gubernur Sumut, Rabu (20/5).
Enam Brigade Proteksi Tanaman Disiagakan di Wilayah Rawan
Tak hanya pompa, Pemprov juga mengandalkan Brigade Proteksi Tanaman bentukan Kementerian Pertanian. Enam brigade tersebar di titik-titik strategis: Deli Serdang, Simalungun, Karo, Asahan, Tapanuli Selatan, dan Tapanuli Tengah.
Yusfahri menyebut unit ini bekerja seperti pemadam kebakaran untuk lahan pertanian. "Apa persiapannya? Kita menyiapkan pompa. Brigade ini, seperti pemadam kebakaran, siap siaga. Kalau banjir mereka juga bergerak supaya tanaman tidak rusak," jelasnya.
BMKG: El Nino Lemah-Moderat, Musim Kemarau Lebih Panjang
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi El Nino lemah hingga moderat pada semester kedua 2026 dengan probabilitas 50-80 persen. Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menekankan bahwa kemarau dan El Nino adalah fenomena berbeda, namun jika terjadi bersamaan, curah hujan bakal jauh berkurang.
"Perlu dipahami bahwa kemarau dan El Nino adalah dua fenomena berbeda. Kemarau merupakan siklus klimatologis, namun jika terjadi bersamaan dengan El Nino, curah hujan akan jauh berkurang dan kondisi menjadi lebih kering," kata Faisal di Jakarta, Kamis (9/4).
Target: Produksi Pangan Tetap Stabil di Tengah Kekeringan
Yusfahri mengakui ancaman ini tidak bisa dianggap remeh. Ia berharap seluruh kesiapan yang dilakukan cukup untuk menjaga pasokan pangan masyarakat Sumut.
"Mudah-mudahan kita tidak jumawa. Kita berharap semoga Yang Maha Kuasa meridai apa yang kita lakukan, produksi terjaga," tuturnya.
Data Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Sumut pada 2025 mencatat distribusi pompa air telah dilakukan secara bertahap. Pemprov terus memantau penggunaan pompa agar berfungsi optimal saat musim kemarau tiba, terutama di daerah-daerah yang rawan gagal panen akibat kekeringan.