SUMATERA UTARA — Pasar ponsel pintar 2026 menghadirkan kejutan yang tak terduga: kebangkitan keyboard QWERTY fisik ala BlackBerry. Meski BlackBerry sendiri sudah lama hengkang dari bisnis hardware, sejumlah vendor pihak ketiga justru ramai-ramai merilis HP Android dengan papan ketik built-in. Mulai dari proyek pendanaan massal yang meraup jutaan dolar hingga aksesori add-on, tren ini menjawab kebutuhan pengguna yang lelah dengan keyboard virtual yang rawan bug.
Empat Pilihan HP Keyboard QWERTY Terbaru
Bagi pembeli yang menginginkan HP bergaya BlackBerry asli, setidaknya ada empat opsi yang sudah beredar dalam beberapa tahun terakhir. Minimal Phone dibanderol USD 449,99 (sekitar Rp 7,4 juta) dan mengusung layar e-paper hitam putih serta Android 14 dengan Google Play. Sementara itu, vendor China Zinwa Technologies menghadirkan Zinwa Q25 seharga USD 400 (sekitar Rp 6,6 juta) yang merupakan konversi BlackBerry Classic ke Android 13.
Dua nama lain datang dari Unihertz. Perusahaan ini sukses menggalang dana lewat Kickstarter untuk Titan 2 pada musim panas 2025—lebih dari 7.000 pendukung menyumbang USD 2 juta. Kini di MWC 2026, Unihertz meluncurkan Titan 2 Elite dan Titan 2 Elite Pro yang berhasil mengumpulkan hampir 9.000 backers dengan total komitmen di atas USD 4 juta. Keduanya sudah bisa dipesan di situs resmi Unihertz masing-masing seharga USD 490 (Rp 8,1 juta) dan USD 580 (Rp 9,6 juta).
Yang menarik, kedua model ini kini menggunakan layar OLED 4,03 inci dengan refresh rate 120 Hz, plus dukungan 5G, eSIM, dan microSD. Varian Pro dibekali prosesor lebih tinggi dan penyimpanan 512 GB, dua kali lipat dari model standar yang 256 GB.
Clicks Communicator: HP Keyboard dengan Sentuhan Modern
Pesaing terdekat Titan 2 Elite Pro adalah Clicks Communicator seharga USD 499 (sekitar Rp 8,2 juta). HP ini juga mengusung layar OLED 4,03 inci, prosesor MediaTek Dimensity 8300, dan keyboard QWERTY lengkap yang mendukung input sentuh. Menariknya, Clicks Communicator sudah menjalankan Android 16 dan dijanjikan pembaruan software hingga lima tahun.
Fitur lain yang jarang ditemui di HP modern adalah Qi2 wireless charging, jack audio 3,5 mm, dan LED kustom di tombol Prompt Key. Bagi pengguna yang menginginkan HP komunikasi sekunder—khusus untuk SMS, email, dan produktivitas—perangkat ini menawarkan paket yang solid.
Aksesori Keyboard untuk Pengguna yang Tak Ingin Ganti HP
Jika Anda sudah memiliki iPhone atau Android andalan dan enggan membeli HP baru, Clicks Keyboard hadir sebagai aksesori add-on. Casing ini menambahkan keyboard QWERTY fisik di bagian bawah ponsel, mengubah perangkat layar sentuh biasa menjadi mesin mengetik yang lebih ergonomis. Cocok untuk pengguna yang sering mengetik dokumen panjang atau mengeluhkan bug keyboard virtual di iOS dan Android.
Mengapa Keyboard Fisik Kembali Diminati?
Bukan sekadar nostalgia mantan pengguna BlackBerry. Menurut sejumlah pengamat, keyboard fisik lebih tahan terhadap bug software yang belakangan sering dikeluhkan pengguna iPhone. Selain itu, di tengah lautan HP dengan layar penuh tanpa bingkai—dari iPhone 17 hingga Galaxy S26—kehadiran keyboard fisik memberikan personality tersendiri. Bonusnya, layar yang lebih kecil secara tak langsung mengurangi waktu konsumsi konten dan membantu pengguna yang ingin digital detox.
Fenomena ini membuktikan bahwa inovasi tak selalu berarti menambah layar atau kamera. Kadang, yang paling dicari adalah cara mengetik yang lebih nyaman—dan keyboard fisik, rupanya, masih punya tempat di hati pengguna.