SUMATERA UTARA — Kanada belum pernah meraih satu pun kemenangan di putaran final Piala Dunia. Catatan itu ingin dipatahkan di turnamen yang akan mereka gelar bersama Amerika Serikat dan Meksiko, mulai 11 Juni 2026. Pelatih Jesse Marsch telah membangun skuad yang solid, tetapi ancaman cedera menghantui pilar utama di lini belakang.
Catatan 15 Laga: Hanya Sekali Kalah, Sembilan Clean Sheet
Sejak dikalahkan Meksiko di semifinal Concacaf Nations League Maret 2025, performa Kanada nyaris sempurna. Dari 15 pertandingan, mereka hanya menelan satu kekalahan. Lawan-lawan tangguh seperti Kolombia, Ekuador, Ukraina, dan Amerika Serikat sudah mereka kalahkan, termasuk kemenangan bersejarah di kandang AS untuk pertama kalinya dalam 57 tahun.
Yang paling mencengangkan adalah pertahanan. Marsch mencatat sembilan clean sheet dalam 13 laga sebelum turnamen, padahal dua bek andalannya, Bombito (Nice) dan Davies (Bayern Munich), absen di semua pertandingan itu karena cedera. “Di tahun pertama saya, kami mengembangkan gaya bermain. Kini kami tim yang lebih lengkap dengan Moïse dan Alphonso,” ujar Marsch.
Masalah Besar: Cedera Davies dan Bombito
Alphonso Davies belum bermain untuk Kanada sejak Maret 2025 karena cedera ACL. Ia baru saja mengalami kemunduran lagi saat membela Bayern Munich melawan Paris Saint-Germain di semifinal Liga Champions. Ini adalah cedera ketiganya dalam tiga bulan terakhir. Statusnya untuk laga pembuka melawan Bosnia dan Herzegovina masih diragukan.
Bombito, bek tengah yang jadi andalan, juga belum pulih total. Marsch mengakui bahwa ketiadaan keduanya di lini belakang adalah pukulan besar, meski tim sudah terbukti bisa tampil tangguh tanpa mereka.
Formasi 4-4-2: Tekanan dari Depan dan Peran Kunci Ali Ahmed
Marsch konsisten dengan formasi 4-4-2 yang mengutamakan pressing tinggi dan kecepatan di sisi sayap. “Beberapa tim menekan untuk merebut bola, kami menekan untuk menghukum dan langsung berpikir mencetak gol,” kata pelatih asal Amerika Serikat itu.
Salah satu pemain kunci dalam skema ini adalah Ali Ahmed dari Norwich. Ia menjadi favorit Marsch karena kerja tanpa bola yang luar biasa. Ahmed ditugaskan memimpin pressing dari sisi kiri, sering memotong ke dalam untuk menambah jumlah pemain di lini tengah. Keberadaannya jadi alasan utama Marsch enggan memajukan Davies ke posisi sayap.
Ismaël Koné: Dari Dicadangkan hingga Jadi Andalan Ganda Poros
Gelandang Ismaël Koné menjadi proyek khusus Marsch. Ia sempat dicadangkan di Copa América karena kesulitan beradaptasi. Kini, setelah tampil gemilang bersama Sassuolo di Serie A, Koné berubah menjadi gelandang box-to-box yang dinamis. Disiplin taktisnya meningkat drastis. Ia diharapkan menjadi duet utama Stephen Eustáquio di lini tengah.
Jadwal dan Dukungan Suporter
Kanada akan memulai perjalanan mereka di Pantai Timur, lalu bergerak ke Pantai Barat untuk fase grup. Suporter dari The Voyageurs dipastikan akan memenuhi stadion dengan nyanyian “Ooh, Ahh Canada”. Dengan populasi multikultural, Kanada berharap mendapat dukungan luas saat menghadapi tiga lawan grup yang belum diundi penuh.