MEDAN — Kepala BPBD Kota Medan, Yunita Sari, melaporkan sedikitnya tiga kecamatan terdampak banjir akibat hujan deras dan angin kencang, Jumat (5/6/2026). Ketiganya adalah Medan Johor, Medan Selayang, dan Medan Maimun. “Kita telah menurunkan tim untuk melakukan asesmen cepat, sekaligus membantu proses evakuasi di wilayah yang terdampak,” ujarnya.
150 Rumah di Medan Johor Terendam, Warga Dievakuasi
Di Kecamatan Medan Johor, banjir merendam sekitar 150 rumah warga di Jalan Luku, Kelurahan Kwala Bekala. Ketinggian air yang mulai memasuki area rumah memaksa sejumlah warga dievakuasi ke tempat lebih aman. Petugas gabungan dari BPBD, kecamatan, dan kelurahan masih bersiaga di lokasi.
Genangan Cepat Naik di Medan Selayang, Warga Mengungsi
Sementara itu, di Kecamatan Medan Selayang, genangan air cukup signifikan dengan sekitar 80 rumah terdampak di Jalan Saudara, Kelurahan Beringin. “Di lokasi ini, beberapa warga memilih mengungsi sementara waktu karena kondisi air yang naik cukup cepat pada malam hingga dini hari,” sebut Yunita. Petugas masih mengantisipasi kemungkinan kenaikan debit air susulan apabila hujan kembali turun.
Kampung Aur Paling Parah, 255 Rumah Terendam
Dampak terluas tercatat di Kecamatan Medan Maimun, khususnya kawasan Kampung Aur, dengan 255 rumah terdampak banjir. Namun, situasi di lokasi ini relatif terkendali dan tidak terdapat pengungsi. Sebagian besar rumah warga di kawasan tersebut merupakan bangunan bertingkat, sehingga warga masih bisa bertahan di lantai atas meski terjadi genangan di bagian bawah rumah.
Warung Kopi Ambruk Diterjang Angin, Pengunjung Berhamburan
Selain merendam pemukiman, banjir juga menggenangi sejumlah ruas jalan di Kota Medan. Di Jalan Balam, Kelurahan Sei Kambing B, sebuah warung kopi ambruk setelah diterjang hujan deras dan angin kencang. Akibatnya, para pengunjung berhamburan menyelamatkan diri. Belum ada laporan korban jiwa dalam insiden tersebut.
BPBD Imbau Warga di Bantaran Drainase Waspada
Yunita menambahkan, kondisi cuaca yang masih tidak stabil berpotensi memicu kenaikan tinggi muka air di beberapa titik lain. Masyarakat di wilayah rawan banjir, terutama yang tinggal di sekitar aliran drainase dan daerah rendah, diimbau tetap waspada. “Selain melakukan evakuasi dan pendataan, petugas juga fokus pada pemantauan debit air serta koordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan aliran air dapat segera surut,” pungkasnya.