ASAHAN — Tim SAR gabungan masih menyisir Perairan Tanjung Api, Kabupaten Asahan, untuk mencari dua nelayan yang hilang usai kapal KM Mitra Jaya tenggelam pada Selasa (2/6/2026) malam. Kedua korban yang belum ditemukan adalah nakhoda kapal, Kahwi (60), dan seorang anak buah kapal (ABK) bernama Jamil.
Kronologi Tenggelam: Kebocoran Tak Tertangani dalam 15 Menit
Kapal yang membawa 23 orang awak itu mulai mengalami kebocoran sekitar pukul 19.00 WIB di Perairan Tanjung Api. Para kru sempat berupaya mengeluarkan air yang masuk menggunakan pompa, namun volume air yang terus bertambah membuat kapal perlahan tenggelam dalam waktu sekitar 15 menit.
Dari total 23 awak kapal, 21 orang berhasil menyelamatkan diri. Mereka kini telah kembali ke rumah masing-masing dalam kondisi selamat.
Pencarian Dua Korban Sempat Dihentikan
Kadispen Kodaeral I Kolonel Laut Wahyu Kurniawan mengatakan, operasi pencarian terhadap Kahwi dan Jamil telah dilakukan sejak hari kejadian. Namun, hingga Kamis (4/6/2026) kedua korban belum juga ditemukan.
"Kemarin kedua korban belum berhasil ditemukan, sehingga operasi dihentikan sementara dan dilanjutkan kembali pada hari ini," kata Wahyu, Jumat (5/6/2026).
Pencarian kembali difokuskan di sekitar Perairan Tanjung Api. Tim SAR gabungan terus menyisir area yang diduga menjadi lokasi terakhir kedua korban sebelum kapal tenggelam.
Identitas Korban dan Tindak Lanjut
Dua korban yang masih dalam pencarian adalah Kahwi (60), yang bertugas sebagai nakhoda, dan Jamil, seorang ABK. Hingga berita ini diturunkan, tim SAR masih berada di lokasi untuk memperluas area pencarian. Belum ada pernyataan resmi mengenai penyebab pasti kebocoran kapal.