SUMATERA UTARA — Penggunaan perdana kamera wasit di Piala Dunia U-20 2025 disambut positif. Berbeda dengan edisi sebelumnya yang hanya menyorot momen konfrontasi pemain dengan pengadil lapangan, kali ini FIFA mengarahkan lensanya untuk menangkap ulang gol dan peluang dari sudut pandang wasit.
Sudut Pandang yang Tak Pernah Ada Sebelumnya
Pierluigi Collina, ketua komite wasit FIFA, menyebut teknologi ini memberi pengalaman baru bagi pemirsa. “Kami pikir ini kesempatan bagus untuk menawarkan sudut pandang yang belum pernah ada sebelumnya,” ujar Collina sebelum turnamen.
Dalam laga pembuka, kamera yang menempel di kepala wasit Wilton Sampaio merekam gol Raúl Jiménez untuk Meksiko melawan Afrika Selatan. Tampak jelas bagaimana Sampaio harus berlari cepat mengikuti pergerakan bola, lalu menoleh untuk memantau umpan silang—sekaligus menunjukkan seberapa banyak aksi yang terjadi di luar jangkauan pandangnya.
Momen Nyaris Gol yang Tunjukkan Ketajaman Wasit
Replay kamera wasit juga menyorot tembakan Meksiko yang membentur tiang gawang. Dari sudut itu, pemirsa bisa melihat seberapa dekat wasit harus berada dengan aksi, dan betapa tipisnya margin keputusan yang harus diambil dalam sepersekian detik.
Gol pembuka Republik Ceko oleh Ladislav Krejci juga jadi contoh. Kamera wasit Amin Omar menangkap kerumunan pemain di kotak penalti saat wasit memutuskan apakah seorang pemain dalam posisi offside menghalangi pandangan kiper Korea Selatan, Kim Seung-gyu. Meskipun VAR tetap berperan, rekaman ini memperlihatkan kecepatan permainan level tertinggi yang tak tertangkap kamera sudut tinggi atau tribun penonton.
Dari Game ke Layar Kaca: Evolusi Siaran Sepak Bola
FIFA tampaknya makin serius mengadopsi estetika industri gim video. Grafik line-up glossy dengan pemain digital dalam montase hiper-realistis, serta data overlay yang melintas di layar, mengingatkan pada menu head-up display di gim Fortnite atau Call of Duty. Perspektif orang pertama adalah cara jutaan pemain gim mengalami aksi—dan kini FIFA membawanya ke siaran langsung.
Belum Sempurna, Tapi Menjanjikan
Teknologi stabilisasi kamera masih perlu penyempurnaan. Namun, sejauh ini, kamera wasit memberikan cara baru bagi penggemar di rumah untuk merasakan berada di pusat aksi panggung terbesar sepak bola. Di tengah berbagai kegagalan inovasi FIFA belakangan ini, terobosan ini bisa jadi petunjuk masa depan penyiaran sepak bola.