SUMATERA UTARA — Cuaca panas ekstrem yang menyertai El Nino bukan sekadar bikin gerah. Bagi anak-anak, kondisi ini bisa memicu gangguan kesehatan serius jika tidak diantisipasi sejak dini. IDAI menyoroti bahwa tubuh anak lebih cepat kehilangan cairan dibanding orang dewasa, sehingga risiko dehidrasi dan heat stroke meningkat drastis.
Lantas, apa saja yang perlu ibu waspadai dan bagaimana cara menghadapinya? Berikut penjelasan lengkapnya.
Mengapa Anak Lebih Rentan Saat Cuaca Panas?
Anak-anak memiliki permukaan kulit yang lebih luas relatif terhadap berat badannya. Ini membuat mereka lebih cepat menyerap panas dari lingkungan dan kehilangan cairan tubuh lebih banyak lewat keringat.
Mekanisme pengaturan suhu tubuh anak juga belum sempurna. Mereka tidak bisa mengeluhkan haus dengan jelas, terutama bayi yang masih menggunakan bahasa tubuh sebagai komunikasi.
Akibatnya, saat suhu lingkungan meningkat tajam seperti saat El Nino, tubuh anak bekerja ekstra untuk mendinginkan diri. Jika asupan cairan tidak cukup, kondisi ini bisa berujung pada gangguan konsentrasi, kelelahan berat, hingga heat stroke yang membahayakan nyawa.
Tanda Bahaya Dehidrasi pada Anak yang Harus Diwaspadai
Ibu perlu jeli membaca sinyal tubuh anak. Beberapa tanda awal dehidrasi yang sering terlewat adalah anak menjadi rewel tanpa sebab jelas, bibir kering, dan frekuensi buang air kecil berkurang.
Pada bayi, perhatikan ubun-ubun yang tampak cekung serta air mata yang tidak keluar saat menangis. Pada anak yang lebih besar, keluhan pusing dan lemas saat beraktivitas di siang hari menjadi alarm utama.
Jika anak menunjukkan tanda-tanda ini, segera berikan cairan oralit atau air putih dalam jumlah kecil tapi sering. Jangan tunggu anak meminta minum karena rasa haus pada anak seringkali muncul terlambat.
Langkah Praktis Lindungi Anak dari Panas Ekstrem
IDAI menekankan bahwa pencegahan adalah kunci utama. Pastikan anak selalu terhidrasi dengan baik, bahkan sebelum mereka merasa haus. Untuk bayi di bawah 6 bulan yang mendapat ASI eksklusif, frekuensi menyusui perlu ditingkatkan.
Batasi aktivitas di luar ruangan pada pukul 10.00 hingga 16.00. Jika harus keluar, kenakan pakaian berbahan katun yang menyerap keringat, topi lebar, dan gunakan payung sebagai pelindung ekstra dari paparan sinar matahari langsung.
Di dalam rumah, pastikan sirkulasi udara lancar. Gunakan kipas angin atau pendingin ruangan untuk menjaga suhu ruangan tetap nyaman, dan mandikan anak dengan air dingin untuk membantu menurunkan suhu tubuhnya.
Kapan Harus Segera Membawa Anak ke Dokter?
Jangan ragu untuk mencari pertolongan medis jika anak mengalami muntah terus-menerus, diare, atau tidak mau minum sama sekali. Kondisi ini bisa menyebabkan dehidrasi berat yang memerlukan penanganan medis segera.
Waspadai juga jika suhu tubuh anak naik di atas 39 derajat Celsius dan tidak turun dengan kompres hangat. Anak yang terlihat sangat lemah, bingung, atau tidak responsif juga membutuhkan penanganan darurat di fasilitas kesehatan terdekat.
Menghadapi puncak El Nino di akhir tahun memang menantang. Namun dengan kewaspadaan dan langkah pencegahan yang tepat, ibu bisa menjaga si kecil tetap sehat dan nyaman melewati musim panas ini.