SUMATERA UTARA — Kepastian kepindahan ini disampaikan langsung oleh Deputi CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan. Bagi Henhen, ini merupakan pengalaman merantau ketiga kalinya sejak berseragam Pangeran Biru pada 2016 silam.
Sebelumnya, pemain kelahiran 10 September 1995 itu sempat memperkuat Dewa United di putaran pertama musim 2023/24, lalu menjalani masa peminjaman di Persik Kediri pada musim 2025/26.
Menit Bermain Jadi Alasan Utama Persib Lepas Henhen
Manajemen menilai jam terbang reguler adalah faktor krusial bagi pemain profesional untuk menjaga performa. Meski Henhen telah lama mendedikasikan kariernya di Kota Kembang, kebutuhan akan persaingan kompetitif tetap menjadi prioritas.
Adhitia menjelaskan bahwa keputusan ini lahir dari rasa saling menghargai antara klub dan pemain. Manajemen memahami betul hasrat besar Henhen untuk terus tampil di level tertinggi.
"Kami sangat menghargai keinginan Henhen untuk mendapatkan kesempatan bermain yang lebih banyak. Setelah berdiskusi dengan tim pelatih dan Henhen, kami melihat bahwa peminjaman menjadi pilihan yang baik bagi perkembangan kariernya," ujar Adhitia.
Filosofi Klub: Tantangan Baru untuk Kedewasaan Bertanding
Bagi Persib, meminjamkan pemain senior bukan berarti mengesampingkan kontribusi yang sudah diberikan. Langkah ini justru bagian dari filosofi klub dalam memfasilitasi ruang tumbuh bagi setiap pemain.
Manajemen meyakini kedewasaan seorang atlet tidak hanya ditempa dalam internal tim. Keberanian menghadapi iklim persaingan baru di luar zona nyaman dinilai mampu membentuk karakter bertanding yang lebih matang.
"Kami tentu berharap Henhen dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya dan terus berkembang sebagai pemain," tambah Adhitia.
Dengan bergabungnya Henhen, PSM Makassar mendapatkan tambahan pengalaman di lini belakang untuk menghadapi ketatnya persaingan Super League musim depan. Sementara Persib, keputusan ini sekaligus membuka ruang bagi regenerasi di sektor bek kanan.