MEDAN — BMKG meminta warga di 13 kabupaten/kota di Sumatera Utara mewaspadai potensi hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat yang diprakirakan terjadi pada Sabtu (15/8/2026). Kondisi ini dapat memicu banjir di daerah rawan genangan serta gangguan aktivitas harian masyarakat.
Peringatan dini tersebut disampaikan prakirawan BMKG, Diahayu, dalam pembaruan informasi cuaca untuk hari ini. Ia juga mengingatkan potensi hujan yang disertai sambaran petir di sebagian wilayah Kota Banda Aceh.
Wilayah yang Perlu Siaga di Sumatera Utara
BMKG tidak merinci satu per satu nama daerah dalam rilis singkatnya, namun menegaskan bahwa 13 wilayah di Sumatera Utara masuk kategori siaga. Masyarakat diimbau untuk tidak panik, tetapi tetap menyiapkan langkah antisipasi seperti membawa payung atau jas hujan saat beraktivitas di luar ruangan.
Selain wilayah dengan status siaga, BMKG juga memprakirakan hujan ringan hingga hujan disertai petir melanda sejumlah kota lain di Indonesia. Sebagian kota lainnya diprakirakan mengalami cuaca cerah berawan, berawan tebal, hingga kabut asap.
Pemicu Pertumbuhan Awan Hujan
Secara meteorologis, BMKG mencatat adanya daerah perlambatan angin atau konvergensi yang terbentang dari Sumatera Selatan hingga Riau, Kalimantan Tengah hingga Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Sulawesi Tenggara hingga Sulawesi Selatan, serta Laut Maluku hingga Papua Barat.
Selain itu, terbentuk daerah pertemuan angin atau konfluensi di Laut Andaman, Laut Cina Selatan, Laut Arafura, dan Samudra Pasifik utara Papua. Kombinasi kondisi atmosfer ini disebut mampu meningkatkan pertumbuhan awan hujan di sepanjang wilayah terdampak.
Imbauan dan Sumber Informasi Resmi
BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan cuaca terkini melalui kanal resmi. Pembaruan informasi dapat diakses di situs bmkg.go.id atau akun media sosial @infobmkg.
Masyarakat yang berada di wilayah berstatus siaga diminta lebih waspada terhadap potensi pohon tumbang, banjir lokal, dan dampak lain akibat hujan lebat yang berkepanjangan.