MEDAN — Angka partisipasi warga dalam pendaftaran Perlinsos di Kota Medan masih jauh dari harapan. Dengan sisa waktu kurang dari dua pekan sebelum penutupan pada 31 Agustus 2026, Pemkot Medan mengerahkan seluruh aparatur kewilayahan untuk beraksi.
Wali Kota Medan Rico Waas menegaskan instruksinya kepada seluruh tingkatan pemerintahan, mulai dari camat, lurah, hingga kepala lingkungan (kepling), agar segera bergerak menjemput warga yang belum terdaftar.
"Sudah saya perintahkan untuk dipercepat dari semua tingkatan, karena ini kan dua minggu lagi waktunya," ujar Rico, Jumat (15/8/2026).
Kendala Warga: IKD dan Mekanisme Pendaftaran
Rendahnya capaian ini bukan tanpa sebab. Menurut Rico, banyak masyarakat yang belum memahami cara mengaktifkan Identitas Kependudukan Digital (IKD) serta tata cara pendaftaran mandiri di portal Perlinsos.
Kesulitan teknis inilah yang mendorong Pemkot Medan mengubah strategi dari pendekatan pasif menunggu di kantor kelurahan menjadi aktif mendatangi warga.
"Makanya kemarin kita panggil semua kewilayahan untuk jemput bola karena masih banyak masyarakat yang belum mengerti. Bahkan kita juga melibatkan OPD seperti Dinsos dan Disdukcapil agar proses pendaftaran bisa cepat dilakukan," katanya.
Dua Dinas Kunci Dikerahkan ke Lapangan
Keterlibatan Dinas Sosial (Dinsos) dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) menjadi kunci percepatan. Dua instansi ini diharapkan mampu menyelesaikan kendala administratif warga secara langsung di lokasi.
Langkah ini ditempuh agar masyarakat yang mengalami kendala teknis saat registrasi bisa langsung dibantu petugas, tanpa harus bolak-balik ke kantor dinas.
Posisi Medan di Kancah Nasional
Sementara itu, Pj Sekretaris Daerah Kota Medan Erfin Fachrurrazi mengungkapkan posisi kota ini berada di peringkat ke-11 secara nasional dalam hal capaian pendaftaran Perlinsos.
Kendati masih ada daerah lain dengan realisasi lebih rendah, Erfin menegaskan peringkat tersebut tidak membuat Pemkot Medan berpuas diri. Target 760.000 KK tetap menjadi acuan utama yang harus dikejar dalam sisa waktu yang ada.
Dengan sistem jemput bola yang kini berjalan, Pemkot Medan berharap angka partisipasi bisa melonjak signifikan sebelum batas akhir pendaftaran ditutup.