MEDAN — Semangat perjuangan kemerdekaan dinilai relevan untuk diwujudkan dalam peran harian perempuan, baik di lingkungan keluarga, organisasi, maupun masyarakat. Titiek menegaskan bahwa kontribusi tersebut tidak harus berupa hal besar, tetapi dimulai dari penguatan peran di lingkup terkecil.
"Saya berharap seluruh anggota Dharma Wanita Persatuan terus tingkatkan kapasitas, kreativitas, kemandirian, serta kepedulian sosial," kata Titiek usai membuka perlombaan di halaman belakang Kantor Gubernur Sumut, Selasa.
Lomba 17 Agustus Jadi Sarana Pererat Silaturahmi
Perlombaan yang digelar dalam rangka HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia ini bukan sekadar ajang seremonial tahunan. Menurut Titiek, kegiatan tersebut menjadi medium efektif untuk membangun kekompakan dan semangat gotong royong di antara keluarga besar DWP Provinsi Sumut.
"Perlombaan ini sarana mempererat tali silaturahim, membangun kekompakan, semangat gotong royong, serta memperkuat rasa cinta tanah air," ujarnya.
Ia berharap semangat kemerdekaan yang diperingati setiap tahun ini mampu menjadi motivasi bagi seluruh anggota untuk bergerak maju. Targetnya jelas: meningkatkan kualitas keluarga dan bersama-sama mewujudkan Sumatera Utara yang semakin maju, sejahtera, dan berdaya saing.
DWP Dorong Kolaborasi Nyata untuk Pemberdayaan Perempuan
Di sisi lain, Ketua Dharma Wanita Persatuan Provinsi Sumut, Boya Yanti Gultom, menekankan pentingnya solidaritas antaranggota organisasi. Menurutnya, momen seperti perlombaan 17 Agustus juga menjadi pengingat akan pentingnya nasionalisme dan kebersamaan.
Boya mengajak seluruh jajaran DWP untuk tidak berhenti pada kegiatan internal semata. Organisasi diminta bergerak lebih luas dengan mendukung program pemberdayaan perempuan serta masyarakat melalui kolaborasi nyata.
"Mari kita dukung program pemberdayaan perempuan serta masyarakat dengan kolaborasi nyata," kata Boya.
Ajakan ini sejalan dengan arahan Penasihat DWP agar seluruh anggota terus menguatkan peran sosialnya. Dengan kolaborasi yang solid, organisasi diharapkan mampu menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan yang inklusif di Sumatera Utara.