SUMATERA UTARA — Gelar juara ini menjadi yang ke-14 bagi Arsenal dalam sejarah Liga Inggris, sekaligus memutus rantai tiga musim beruntun mereka sebagai runner-up. Mikel Arteta akhirnya mengantarkan timnya ke puncak klasemen di musim ketujuh penuh masa kepelatihannya di Emirates Stadium.
Tekanan sebenarnya sudah dipasang Arsenal sejak Senin malam. Kemenangan tipis 1-0 atas Burnley lewat gol Kai Havertz memaksa City wajib menang untuk memperpanjang persaingan dan memangkas jarak menjadi dua poin. Namun, skuat asuhan Pep Guardiola justru kehilangan momentum di Bournemouth.
The Cherries, yang sekaligus memastikan tiket ke Eropa musim depan, unggul lebih dulu lewat gol Eli Junior Kroupi. City baru bisa menyamakan kedudukan melalui gol Erling Haaland di masa injury time. Hasil imbang itu membuat selisih poin tetap empat, dan Arsenal pun resmi menjadi kampiun.
Perjalanan juara Arsenal nyaris terganggu setelah mereka takluk di Etihad Stadium bulan lalu. Namun, tim asuhan Arteta bangkit dengan sempurna: empat kemenangan beruntun tanpa kebobolan. Gelandang Declan Rice menyoroti mentalitas skuatnya sebagai kunci utama.
"Kami tahu di dalam hati bahwa kami punya keyakinan dan masih bisa memenangkannya," ujar Rice. "Ini emosional karena melihat dari mana klub ini berasal selama 10 tahun terakhir — naik turun yang kami alami. Klub ini pantas mendapatkan hal-hal baik dan kami telah bekerja keras untuk itu."
Gelar ini menjadi yang pertama sejak era keemasan Arsene Wenger, tepatnya saat skuat legendaris 'The Invincibles' mencatatkan musim tak terkalahkan pada 2003/04. Kini, Arteta berhasil membangun ulang fondasi klub dan mengembalikan Arsenal ke tahta sepak bola Inggris.
Perayaan liar terjadi di seluruh London Utara. Para suporter memadati pub-pub untuk menyaksikan laga Bournemouth vs City, berharap hasil akhir berpihak pada tim kesayangan mereka. Harapan itu pun menjadi kenyataan.
Perayaan mungkin belum sepenuhnya usai. Arsenal masih berpeluang menciptakan sejarah ganda yang belum pernah terjadi sebelumnya. Akhir pekan depan, tepatnya Sabtu (23/5) di Budapest, The Gunners akan menghadapi Paris Saint-Germain di final Liga Champions. Kemenangan di laga tersebut akan melengkapi musim sempurna Arteta dan membawa pulang trofi Si Kuping Besar untuk pertama kalinya dalam sejarah klub.