MEDAN — Tim DVI Polda Sumatera Utara terus bekerja mengidentifikasi korban kecelakaan tunggal bus ALS yang terjadi di jalur lintas Sumatera. Hingga perkembangan terbaru, sebanyak 14 jenazah telah berhasil dikenali, sementara jumlah total korban jiwa dalam insiden ini mencapai 19 orang.
Kronologi: Bus Oleng dan Terperosok di Jalur Menurun
Kecelakaan terjadi saat bus yang membawa puluhan penumpang melaju dari arah Medan menuju Kota Pinang. Di lokasi kejadian yang merupakan jalur menurun dan tikungan tajam, bus diduga mengalami rem blong. Sopir kehilangan kendali hingga kendaraan oleng ke kanan dan terperosok ke dalam jurang sedalam sekitar 10 meter.
Proses Evakuasi dan Identifikasi Korban Berlangsung Intensif
Proses evakuasi sempat terkendala medan yang curam dan sulit dijangkau alat berat. Tim gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, dan relawan bahu-membahu mengevakuasi korban selamat dan jenazah. Rumah sakit rujukan di Rantauprapat dan Kota Pinang menjadi pusat penanganan korban luka-luka dan identifikasi forensik.
Identifikasi 14 Jenazah Sudah Diumumkan ke Keluarga
Polda Sumut melalui Bidang Dokkes mengonfirmasi bahwa dari 19 korban meninggal, 14 di antaranya sudah teridentifikasi berdasarkan ciri fisik, dokumen pribadi, dan barang bawaan. Proses identifikasi lima jenazah lainnya masih berlangsung dengan metode sidik jari dan tes DNA. Pihak kepolisian telah menghubungi keluarga korban untuk proses pemulangan jenazah.
Penyebab Kecelakaan Masih dalam Penyelidikan
Polisi masih mendalami penyebab pasti kecelakaan, termasuk memeriksa kondisi rem dan ban bus. Tim Unit Gakkum Satlantas Polres Labuhanbatu Selatan telah mengamankan sopir yang selamat dalam insiden tersebut untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Pihak PT ALS selaku perusahaan otobus juga telah dimintai klarifikasi terkait kondisi armada dan jadwal perawatan kendaraan.
Kecelakaan bus di rute Medan-Kota Pinang ini menjadi salah satu insiden lalu lintas paling mematikan di Sumatera Utara dalam beberapa bulan terakhir. Ratusan warga dari kedua kota masih menanti kepastian nasib kerabat mereka yang menjadi penumpang.