MEDAN — Ribuan mata memandang riuhnya barisan siswa berpakaian adat Nusantara yang berjalan kaki dari Jalan Guru Patimpus menuju kantor Wali Kota Medan. Karnaval budaya yang digelar UPT SMP Negeri 7 Medan ini bukan sekadar perayaan kemerdekaan, melainkan medium pembelajaran sejarah bagi pelajar.
Prayogi, sapaan akrab Kabid Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kota Medan, menegaskan bahwa rute long march sengaja dirancang melewati kawasan bersejarah. Para siswa diajak menyusuri Jalan Balai Kota hingga Jalan Guru Patimpus untuk merefleksikan perjalanan kota Medan.
Rute Long March Sarat Nilai Sejarah
Karnaval yang dimulai dari halaman sekolah ini mengambil rute memutari kantor Wali Kota di Jalan Balai Kota, kemudian berakhir di kawasan Jalan Guru Patimpus. Pemilihan rute tersebut dinilai strategis sebagai sarana edukasi bagi siswa-siswi.
"Karnaval budaya dan kreasi UPT SMPN 7 Medan tentu ini menjadi penyemangat untuk anak-anak semuanya. Dengan begitu, mereka bisa memiliki rasa nasionalisme yang dimunculkan dari peserta didik," ujar Yogi, panggilan akrabnya.
Momen Mengenang Sejarah di Jalan Guru Patimpus
Jalan Guru Patimpus sendiri memiliki nilai historis penting bagi Kota Medan. Namanya diambil dari tokoh yang dianggap sebagai pendiri awal kota ini, sehingga kawasan tersebut menjadi pengingat akan asal-usul dan perkembangan Kota Medan.
Yogi menambahkan bahwa dalam perjalanan tersebut, siswa-siswi bisa melihat beberapa tempat-tempat bersejarah yang dilewati. Hal ini diharapkan mampu menumbuhkan kecintaan terhadap kota kelahiran mereka sekaligus memaknai kemerdekaan sebagai momentum mengisi pembangunan dengan kegiatan positif.
Makna Kemerdekaan dan Pembentukan Karakter
Perayaan HUT Ke-81 RI kali ini juga dimanfaatkan untuk menanamkan nilai-nilai karakter kepada pelajar. Pihak Dinas Pendidikan Kota Medan berharap kegiatan semacam ini mampu menjauhkan remaja dari perilaku negatif.
"Kita berharap semua warga kota Medan khususnya generasi muda anak-anak yang masih duduk di bangku SMP bisa terbebas dari segala bentuk kenakalan remaja," ucap Yogi.
Upaya tersebut dilakukan dengan menggiatkan berbagai aktivitas positif di lingkungan sekolah, baik melalui ekstrakurikuler kepramukaan, olahraga, seni, maupun kegiatan kreatif lainnya. Karnaval ini menjadi salah satu wujud nyata penguatan pendidikan karakter.
Seluruh peserta tampil totalitas mengenakan pakaian adat dan profesi yang menjadi jati diri bangsa Indonesia. Hal ini menjadi simbol keberagaman yang merekat dalam bingkai kebersamaan.
Kepala Sekolah Apresiasi Partisipasi Warga Sekolah
Kepala UPT SMPN 7 Medan Sitara Simatupang SPd, MM menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya acara ini. Kegiatan karnaval diikuti oleh semua siswa-siswi tanpa terkecuali.
Selain karnaval, rangkaian perayaan HUT RI di sekolah tersebut juga dimeriahkan dengan berbagai perlombaan. Tarik tambang antar siswa, lomba memasak, hingga lomba menghias kelas menjadi agenda yang menyemarakkan suasana kebersamaan.
Sitara mengucapkan terima kasih kepada peserta didik, guru, panitia, OSIS, Paskibra, dan semua elemen sekolah yang telah berkontribusi. Ia menilai seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan kondusif, mencerminkan kekompakan warga sekolah dalam memeriahkan hari kemerdekaan.