Pencarian

Jangan Nyalakan Wiper saat Kaca Mobil Tertutup Abu Vulkanik, Ini Cara Aman dari Pakar ITB

Selasa, 08 September 2026 • 16:33:01 WIB
Jangan Nyalakan Wiper saat Kaca Mobil Tertutup Abu Vulkanik, Ini Cara Aman dari Pakar ITB
Warga membersihkan abu vulkanik dari kaca mobil di kawasan Jabodetabek, Minggu (6/9). (ANTARA FOTO/Contoh)

SUMATERA UTARA — Sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau yang berlangsung sejak Jumat (4/9) malam telah mencapai Jabodetabek dan mengendap tebal di kaca kendaraan. Refleks banyak pengendara saat mendapati kaca depan tertutup abu adalah langsung menyalakan wiper, padahal langkah itu justru berisiko membuat kaca baret permanen.

Pakar otomotif Institut Teknologi Bandung (ITB) Yannes Martinus Pasaribu menegaskan wiper tidak boleh diaktifkan ketika kaca masih kering dan berdebu abu. Karet wiper akan menekan lapisan abu di sepanjang lintasan sapuannya, mengubah tiap gerakan menjadi kikisan searah pada permukaan kaca.

Silika dalam Abu Vulkanik Lebih Keras dari Lapisan Kaca

Kandungan silika di dalam abu vulkanik adalah biang masalahnya. Mineral ini punya struktur kristal yang lebih keras ketimbang lapisan pelindung kaca mobil, sehingga tiap sapuan wiper di atas endapan abu kering setara dengan menggosokkan butiran halus amplas pada permukaan kaca.

"Partikelnya dapat mengandung material mineral dan pecahan vulkanik yang keras serta abrasif. Kalau langsung dilap atau digosok dalam keadaan kering, bisa menimbulkan goresan halus pada clear coat maupun kaca," kata Yannes kepada Antara, Minggu (6/9).

Prosedur Aman: Angkat Wiper dan Siram Air Mengalir dari Atas

Prosedur aman menurut Yannes justru berkebalikan dengan naluri kebanyakan pengendara. Wiper sebaiknya diangkat lebih dulu sebelum bodi maupun kaca disentuh, kemudian seluruh permukaan mobil disiram air mengalir bervolume besar dari bagian atap ke bawah.

"Dengan dibilas menggunakan air mengalir bervolume besar tanpa sentuhan spons atau lap sama sekali, dapat meluruhkan partikel abrasif secepat mungkin," ujarnya.

Setelah abu luruh, mobil baru boleh dicuci dengan sampo, dibilas ulang, kemudian dilap kering memakai kain mikrofiber. Karet wiper pun perlu dibasahi dan dibersihkan sebelum dipasang kembali ke posisinya, agar sisa abu yang mungkin terselip di karet tidak ikut menggores kaca pada penggunaan berikutnya.

Jangan Biarkan Abu yang Basah Mengering Kembali

Yannes juga menyoroti risiko yang timbul kalau abu hanya dibasahi sebagian. Sisa endapan yang mengering ulang di permukaan kendaraan justru berpotensi memicu kondisi lebih korosif ketimbang lapisan abu yang belum sempat disiram.

"Yang perlu dihindari adalah membasahi abu sedikit lalu membiarkannya mengering kembali di permukaan kendaraan. Air dalam jumlah cukup untuk membilas seluruh partikel justru menjadi cara paling aman," ucap Yannes.

Mobil yang Belum Terpapar: Parkir di Area Tertutup

Bagi mobil yang belum terpapar abu, Yannes menganjurkan untuk diparkir di area tertutup. Car cover boleh dipasang, tapi hanya di atas bodi yang bersih. Menyeret atau memasangkan penutup pada mobil berdebu abu justru berbahaya karena kain akan menggesekkan partikel vulkanik ke permukaan cat.

Follow kabarsumut.co.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks