MEDAN — Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mulai mematangkan proyek rumah sakit bertaraf internasional yang berlokasi di pusat Kota Medan. Gubernur Sumut Bobby Nasution memimpin langsung rapat pembahasan bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), BUMD, dan manajemen RS Haji Medan di Kantor Gubernur Sumut, Senin lalu.
Kepala Dinas Kesehatan Sumut Faisal Hasrimy menjelaskan bahwa proyek ini tidak dibangun secara mandiri oleh pemerintah. Sebaliknya, skema Kerja Sama Operasional (KSO) dipilih agar rumah sakit bisa berjalan lebih cepat.
“Dengan sistem KSO, operasional rumah sakit bisa lebih cepat berjalan, sementara aset tetap milik pemerintah,” kata Faisal dalam keterangannya.
Proyek ini melibatkan PT Dirga Surya, PT Pembangunan Prasarana Sumatera Utara, RS Haji Medan, RS Mitra An-Nisa, dan Bank Sumut. Masing-masing memiliki peran spesifik dalam skema kerja sama tersebut.
Rumah sakit ini dirancang dengan konsep modern dan fasilitas yang diklaim setara hotel berbintang. Bobby Nasution menyoroti kesiapan alat kesehatan, tenaga medis, hingga standar pelayanan yang akan diusung.
Yang menarik, meski menyandang predikat internasional, rumah sakit ini tetap membuka pintu bagi pasien peserta BPJS Kesehatan. Artinya, masyarakat umum dengan jaminan kesehatan nasional bisa mengakses layanan di fasilitas tersebut.
Rencananya, bangunan akan memiliki enam lantai dengan kapasitas 250 tempat tidur. Lokasi persisnya berada di pusat Kota Medan, menyasar layanan kesehatan modern bagi seluruh lapisan masyarakat.
Pemprov Sumut masih akan membahas detail teknis dan jadwal pelaksanaan proyek ini. Skema KSO dinilai menjadi solusi agar pembangunan tidak terbebani anggaran daerah secara penuh, namun tetap memberikan layanan berkualitas bagi warga.