SAMOSIR — Fasilitasi Teknis Program Bangga Kencana menyasar masyarakat di Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, Jumat (8/5/2026). Acara ini diikuti peserta dari berbagai lapisan, mulai dari tokoh masyarakat hingga perangkat kelurahan.
Bonus Demografi 65 Persen: Peluang atau Bencana?
Yusrizal Batubara, Penata KKB Ahli Madya Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Utara, memaparkan data kependudukan terbaru. Ia menyebut 65 persen dari total 280 juta penduduk Indonesia merupakan usia muda dan produktif.
"Ini menjadi peluang besar yang harus dimanfaatkan dengan baik agar bonus demografi benar-benar memberikan dampak positif bagi pembangunan bangsa," ujarnya di hadapan peserta.
Ia menambahkan, tantangan terbesar saat ini adalah memastikan kelompok usia produktif tersebut benar-benar mandiri dan berkualitas, bukan justru menjadi beban negara.
Pernikahan Dini dan Gizi Anak Jadi Sorotan
Anggota Komisi IX DPR RI Sihar P. H. Sitorus menekankan bahwa kualitas keluarga tidak bisa dipisahkan dari pendidikan dan kesehatan anak. Menurutnya, pemenuhan gizi dan pola asuh yang baik menjadi kunci mencetak generasi unggul.
"Kita semua tentu ingin anak-anak tumbuh dengan baik, sehat, dan memiliki masa depan yang cerah. Karena itu, perhatian terhadap gizi dan kesehatan anak harus menjadi prioritas," kata Sihar.
Ia juga mendorong masyarakat untuk tidak menikahkan anak sebelum memiliki kesiapan ekonomi dan pendidikan yang matang.
KB Bukan Sekadar Kontrasepsi
Kepala Dinas DP3APPKB Kabupaten Samosir dr. Priska Situmorang meluruskan pemahaman warga soal program keluarga berencana. Ia menegaskan bahwa KB adalah perencanaan hidup jangka panjang, bukan hanya urusan alat kontrasepsi.
"KB bukan hanya tentang kontrasepsi, tetapi bagaimana merencanakan keluarga yang berkualitas agar anak-anak kita kelak menjadi generasi yang sehat, sukses, dan mampu bersaing," jelasnya.
Priska mengajak masyarakat mulai merencanakan masa depan keluarga sejak dini, mulai dari pendidikan hingga kesiapan membangun rumah tangga.
Poktan BKKBN: Dari Balita hingga Lansia
Dalam kegiatan ini, peserta diperkenalkan dengan kelompok kegiatan (Poktan) binaan BKKBN. Mulai dari Bina Keluarga Balita (BKB), Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R), Bina Keluarga Remaja (BKR), Bina Keluarga Lansia (BKL), hingga Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA).
Program-program ini dirancang untuk menjangkau seluruh siklus hidup keluarga, dari balita hingga lansia, sekaligus mendorong kemandirian ekonomi keluarga.
Kegiatan Fasilitasi Teknis ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan Keluarga Berkualitas menuju Indonesia Emas 2045, yang dicanangkan pemerintah pusat melalui transformasi BKKBN menjadi Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga. (ABN/dan)