Pemuda Pancasila Sumut dan KLH Tanam 100.000 Pohon di Pantai Romantis Sergai, 250 Warga Ikut Pengobatan Gratis

Penulis: Amrizal Halim  •  Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:31:02 WIB
Ketua MPW Pemuda Pancasila Sumut Musa Rajekshah bersama Menteri Lingkungan Hidup Muhammad Jumhur Hidayat menghadiri penanaman 100.000 pohon di Pantai Romantis, Sergai.

SERDANG BEDAGAI — Ketua Majelis Pimpinan Wilayah Pemuda Pancasila Sumatera Utara Musa Rajekshah menyatakan penanaman 100.000 pohon di Pantai Romantis bukan kegiatan seremonial. Menurutnya, laporan jumlah pohon yang tertanam akan masuk setiap bulan, sementara pertumbuhan tanaman dipantau tiap semester.

Kegiatan bertema Gerakan Tobat Ekologis Nasional itu digelar Selasa 27 Oktober 2026 dan dihadiri Menteri Lingkungan Hidup Muhammad Jumhur Hidayat. Selain penanaman, PP Sumut menggandeng Rumah Sakit Sawit Indah menggelar pengobatan gratis dan pemeriksaan kesehatan sejak pukul 10.00 WIB.

250 Warga Ikut Pemeriksaan Kesehatan dan Terima Sembako

Sebanyak 250 warga mengikuti layanan kesehatan tersebut. Warga yang hadir juga menerima paket sembako dari penyelenggara.

"Kegiatan Pemuda Pancasila seperti arahan Ketua Majelis Pimpinan Nasional Bapak Yapto Surya Soemarno harus bermanfaat pada masyarakat," ucap Ijeck, sapaan Musa Rajekshah, yang juga anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar.

Mangrove untuk Pesisir, Pohon Keras di Pegunungan, Buah di Permukiman

Ijeck melaporkan kepada Menteri Lingkungan Hidup bahwa 100.000 pohon disebar ke seluruh Majelis Pimpinan Cabang PP kabupaten/kota se-Sumut dengan jumlah dan jenis berbeda. Daerah pesisir mendapat bibit mangrove, kawasan pegunungan ditanami pohon keras, dan permukiman warga ditanami pohon buah.

Rencananya pada hari yang sama digelar pertemuan daring bersama seluruh MPC se-Sumut. Karena waktu menteri terbatas, para ketua MPC diundang langsung hadir.

"Setelah ini ada laporan setiap bulan berapa yang sudah tertanam, dan kami pantau setiap semester atau enam bulan untuk pertumbuhan pohonnya. Kami tidak mau ini hanya berita seremoni atau berita yang hanya 100 ribu," tegas Ijeck.

Singgung Karhutla, Ajak Warga Tak Mudah Terprovokasi

Ijeck juga menyinggung kebakaran hutan dan lahan. Ia mengajak masyarakat tidak mudah terprovokasi pemberitaan soal karhutla.

Menurutnya, kebakaran hutan juga terjadi di negara lain seperti Australia dan Amerika Serikat. Peristiwa itu dipicu cuaca ekstrem serta faktor alam yang tidak bisa diselesaikan dalam waktu singkat.

Reporter: Amrizal Halim
Sumber: medan.viva.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top